0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SSA Purwosari-Gendengan Ditanggapi Beragam

Arus lalu lintas dari Arah Timur di depan Stasiun Purwosari relatif ramai lancar (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Slamet Riyadi dari Lingkar Purwosari hingga Perempatan Gendengan mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Kendati demikian, tidak ada penolakan dari warga sekitar.

“Menurut saya malah bagus supaya lebih lancar. Di sini kalau hari Sabtu dan hari libur pasti macet,” kata tukang tambal ban di depan Stasiun Purwosari, Triyono, Selasa (10/5)

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas di ruas jalan yang akan diterapkan SSA itu relatif padat. Bahkan pada jam pulang kerja, antrian kendaraan dari arah Barat sempat memanjang mulai dari Perempatan Purwosari hingga perlintasan kereta Purwosari. Sementara dari arah Timur cenderung lancar meski agak padat.

Terkait dampak SSA terhadap pendapatannya, ia mengaku tidak khawatir. Pria asal Klaten itu meyakini, rejeki sudah diatur Yang Kuasa.

“Kalau sudah jadi jatah (rejeki) saya, mau satu arah atau dua arah ya akan tetap saya dapatkan. Kalau bukan jatah saya, mau bagaimana pun juga ya tidak akan bisa,” kata dia.

Terpisah, salah satu juru parkir di kawasan tersebut, Wasito Adi mengaku tidak menolak penerapan SSA. Hanya saja ia meminta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo agar mempertimbangkan dampak ekonomi rakyat, khususnya pedagang kecil.

“Memang penerapan SSA akan mengurai kemacetan di sini (Purwosari). Tapi mohon dipertimbangkan aspek perekonomian teman-teman PKL yang di sini,” kata dia.

Ia memperkirakan bila jalan tersebut jadi satu arah, pelanggan PKL akan berkurang. Pasalnya, PKL hanya akan mendapat pelanggan yang datang dari arah Barat.

“Ibarat rejeki kalau ada dua pintu otomatis pendapatan akan lebih besar dibanding yang hanya satu pintu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge