0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sakit Menahun dan Faktor Ekonomi jadi Pemicu Kasus Bunuh Diri

dok.merdeka.com
ilustrasi bunuh diri (dok.merdeka.com)

Wonogiri — Terhitung mulai Januari hingga Mei 2016 sudah terjadi 10 kasus bunuh diri. Termasuk kasus yang dialami oleh pelajar SD di Kecamatan Ngadirojo menambah panjang daftar kasus bunuh diri di Wonogiri.

“Selama 2016 ini ada 10 kasus bunuh diri dan satu kasus percobaan bunuh diri,” ungkap Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, melalui Kasubag Humas, AKP Gunawan, Selasa (10/5).

Dikatakan, paling menjadi sorotan yakni kasus bunuh diri yang dilakukan oleh Ardiansah (10) pelajar SD asal Kelurahan Kasihan Kecamatan Ngadirojo pekan lalu. Saat ditemukan, bocah malang ini tergantung menggunakan tali plastik di gudang rumahnya sendiri. Dari sekian kasus yang terjadi, penyebabnya rata- rata sakit menahun dan juga akibat tekanan faktor ekonomi.

“Untuk 2015, ada 24 kasus bunuh diri, ” jelasnya.

Berikut data bunuh diri selama kurun waktu Januari- Mei 2016.

  1. Sukati (66) warga Semen RT 02/RW 10, Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, Senin (4/1) sekitar pukul 05.30 WIB.
  2. Suranto, (43) warga Geran RT02/ RW 05 Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Selasa (12/1) sekitar pukul 13.00. Dibutuhkan waktu beberapa saat untuk mengevakuasi tubuh korban dari dalam sumur.
  3. Mingun (80), warga Dusun Kaliampo RT 1 /RW2, Desa Ngadirojo Kidu ditemukan tewas tergantung di blandar dapur rumahnya. Mingun, tergantung dengan kain batik, Kamis (14/1) sekitar pukul 02.00 WIB.
  4. Siti Roikanah (49) warga Dusun Gunungan RT 03/RW 02 Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo ditemukan tewas gantung diri, Selasa (19/1) sekitar pukul 10.00. Korban ditemukan tergantung di Blandar Kandang Kambin menggunakan tali dadung warna biru.
  5. Legiyem, (70) warga Sumber Gede, Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro. Perempuan tua ini nekat bunuh diri dengan cara membakar diri saat berada di rumah anaknya, Minggu (6/3) sekitar pukul 08.00 WIB.
  6. Sunarti (52) warga Dusun Timbangan RT01/RW01 Desa/ Kecamatan Karangtengah. Perempuan ini nekat gantung di pohon cengkeh yang berjarak 50 meter dari rumahnya, (18/4) sekitar pukul 11.00 WIB.
  7. Giyarno (40) warga Ngrandu RT 01/RW 02 Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono tewas bunuh diri meminum air accu dicampur dengan durian. Pisah ranjang dengan istrinya. Lalu bertengkar. Giyarto meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Kamis (14/4) sekitar pukul 22.45 WIB.
  8. Sugiyanto (50) Warga Dusun Duwet Lor RT 3/ RW 16 Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno ditemukan tewas bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya dengan silet, Kamis (5/5) sekitar pukul 18.00 WIB.
  9. Ardiansah (10) warga seorang pelajar warga Kasihan RT01/RW 01, Kecamatan Ngadirojo ditemukan dikamar belakang rumahnya dalam keadaan gantung diri menggunakan tali senar yang diikatkan pada blandar rumah. Korban ditemukan tergantung oleh Winarni (39) ibunya sendiri. Sabtu (8/5) sekitar pukul 13.00 WIB
  10. Maryoto (54) warga Dusun Selorejo RT 5/RW 1 Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo juga ditemukan tewas tergantung dengan tali senar yang diikatkan pada kayu blandar rumah dapur milik korban, Senin (9/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge