0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bandara Matahora Diresmikan, Akses ke Wakatobi Makin Mudah

www.dephub.go.id
Bandara Matahora, Wakatobi (www.dephub.go.id)

Timlo.net – Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara diresmikan pada Minggu (8/5) kemarin. Akses ke salah satu dari 10 Top Destinasi Prioritas itu semakin terbuka untuk penerbangan langsung dari Ngurah Rai Denpasar Bali, dan Soekarno Hatta, Jakarta.

“Bandara ini memang dibangun untuk memperkuat akses pariwisata Wakatobi,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Ignatius Jonan.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Wakatobi, 125 ribu, sebenarnya belum layak dibangun bandar udara. Tetapi, karena Wakatobi didesain sebagai kawasan wisata bahari, dengan target 500.000 wisman di 2019, maka akses udara tidak bisa ditawar-tawar.

“Nanti dilihat progresnya, kalau cepat bertumbuh, tahun depan 2017 kita anggarkan untuk perpanjangan landasan dari 2.000 meter ke 2.400 meter. Lebar dari 30 meter ke 45 meter,” kata Jonan

Dengan begitu, persawat berbadan gemuk seperti Boeing 737-200, 300, 500, 800 sampai 900 bisa landing dan membawa wisatawan mancanegara (wisman) lebih banyak. Saat ini, hanya Wings Air dengan tipe ATR72-500/600 yang setiap hari secara reguler terbang dari Kendari-Wakatobi. Juga ada Aviastar dengan pesawat perintis tipe Cessna.

Bandara Matahora yang terletak di desa Matahora, kecamatan Wangi-Wangi Selatan ini memang unik. Pertama kali diterbangi Susi Air dengan pesawat Caravan C206D berkapasitas 12 seats. Keunikan itu diceritakan dengan lugas dan blak-blakan oleh Bupati Wakatobi Hugua.

“Dulu saya dilantik bupati pertama kali oleh Gubernur Sultra, bertiga sama sopir mencari lahan untuk airport. Kami letakkan batu pertama dulu, lalu kami bertiga bertepuk tangan sendiri. Tidak ada orang lain, seolah-olah ada ribuan manusia di situ,” ucap Hugua.

Setelah itu, Hugua ke Kemenhub di Jakarta. Dia bertanya, bagaimana bisa membuat bandara? Dijawab oleh pejabat di sana.

“Tidak bisa! Pemerintah tidak ada rencana membangun airport di Wakatobi!” kata Hugua.

“Lho, saya ingin mau bangun bandara? Pakai duit APBD sendiri kok, mengapa nggak boleh?” tanya Hugua heran.

Baru sadar Hugua, ternyata membangun airport itu tidak seperti membuat terminal, atau angkutan umum. Ketika bandara itu hendak diresmikan pun, ada persoalan besar, ketika Kemenhub bertanya.

“Kepala Bandaranya siapa? Saya heran, lho bandara itu harus ada kepalanya to?” Hugua balik bertanya.

Wakatobi memiliki 942 species ikan dan 90.000 hektar luas terumbu karang dan terluas di dunia. Ada 750 species karang dari 850 species karang yang ada di dunia. Wakatobi adalah kepulauan dengan empat pulau besar, yakni Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Di Kaledupa, ada karang atol 48 km, terpanjang di dunia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge