0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Naskah Tidak Dibacakan, Siswa SMPLB Kerjakan Soal Braille

timlo.net/aditya wijaya
Tiga siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) A Yayasan Asuhan Anak-Anak Tuna (YAAT) Klaten mengerjakan naskah soal braille (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sebanyak 135 sekolah di Klaten menggelar Ujian Nasional SMP tahun ajaran 2015-2016 pada Senin-Kamis (9-12/5). Dari jumlah itu, tiga diantaranya berstatus SMP Luar Biasa (SMPLB). Salah satunya di SMP Luar Biasa (SMPLB) A Yayasan Asuhan Anak-Anak Tuna (YAAT) yang menggunakan alat bantu khusus untuk mengerjakan soal ujian.

“Ada tiga siswa. Tahun ini naskah soal full braille. Siswa mengikuti ujian tanpa pendampingan seperti soal yang dibacakan, tapi didampingi oleh pengawas yang ditunjuk Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten,” Kepala Sekolah (Kepsek) SMPLB A YAAT Klaten, Subagyo, Senin (9/5).

Secara rinci diterangkan, jawaban ketiga siswa tuna netra yang ditulis menggunakan reglet (alat bantu menulis braille) itu akan disalin ke Lembar Jawab Komputer (LJK) braille oleh pengawas ruangan. Tujuannya agar dapat dipindai atau di-scanner untuk mengetahui hasil UN yang bersangkutan, sebelum dikirimkan ke Provinsi.

“Untuk jumlah butir soal dan waktu pengerjaan UN dengan braille sama seperti UN konvensional, yakni 120 menit. Selain di-scanner, lembar jawaban braille siswa juga tetap dilampirkan sebagai bukti,” terang Subagyo.

Disinggung soal persiapan, pihaknya sudah dua kali menggelar simulasi, baik naskah naskah soal konvensional maupun naskah braille. Sedangkan naskah soal konvensional artinya, siswa tunanetra akan mendapat pendamping khusus yang bertugas membacakan naskah soal dan menuliskan jawaban.

”Karena kami tidak tahu UN nantinya menggunakan naskah soal seperti apa, ya tryout-nya pakai dua naskah,” kata Kepsek yang berlokasi di Dukuh Bendogantungan, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge