0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Darurat Narkoba, Jokowi Minta Jangan Ada Kampung Ambon di Solo

Salah satu kasus narkoba yang terungkap di Solo | dok.timlo.net/iwan dwi wahyu
Empat tersangka kasus Narkoba sedang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo (Salah satu kasus narkoba yang terungkap di Solo | dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo – Presiden Jokowi minta pemberantasan narkoba dilakukan dengan serius, mengingat saat ini data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat tak kurang dari 2,2 persen penduduk Indonesia terkontaminasi penggunaan narkoba.

“Presiden bahkan memberi perhatian khusus kepada Kota Solo, pesan beliau jangan sampai di kota ini terbentuk kantong narkoba seperti Kampung Ambon di Jakarta, di mana warga di sana 50 persen terkontaminasi dan bahkan sudah membentuk sistem saling melindungi,” tutur Deputi Bidang Pencegahan BNN, Antar MT Sianturi saat sosialisasi event Solo Kereeeen Tanpa Narkoba di Kampung Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (8/5).

Sianturi memaparkan, jumlah warga Solo yang terkontaminasi narkoba tercatat 1,96 persen. Angka tersebut hampir sama dengan tingkat provinsi Jawa Tengah, dan masih jauh di bawah Jakarta yang mencapai 4,7 persen.

“Namun kita tidak boleh lengah. Memang tren awal peredaran narkoba selalu di kota-kota pantai, tetapi karena di sana kita tekan, bisa saja peredaran masuk ke wilayah kota di pedalaman. Seperti Solo, pertumbuhan sosial ekonomi di sini cukup tinggi, juga merupakan kota barometer politik, bukan tidak mungkin pengedar menjadikan Solo sebagai sasaran,” ujarnya.

Kepada pers, Sianturi menyebut ada sejumlah cara pencegahan yang dia rencanakan untuk Solo. Intinya adalah menekan jumlah pasokan (supply reduction) dan menekan tingkat permintaan (demand reduction), bekerja sama dengan Bidang Penindakan BNN dan aparat hukum lainnya.

“Sedang untuk masyarakat kita imbau aktif saling mengawasi dimulai dari keluarga sendiri, jangan sampai ada yang terkena narkoba. Juga saat ini kami bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia, kita adakan event di antaranya lari 10 km untuk umum, agar warga Solo semakin terbiasa hidup sehat dan dengan sendirinya menjauhi narkoba,” pungkasnya.

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge