0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suramnya Nasib Anjing Pengendus Narkoba, Maksimal Bertahan Dua Tahun

dok.timlo.net/iwan kawul
Anjing pelacak milik Polresta Solo. (Ilustrasi) (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo – Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Antar MT Sianturi punya cara untuk mengingatkan betapa berbahayanya narkoba bagi manusia. Dia menunjuk nasib anjing-anjing pelacak narkoba milik BNN yang rata-rata umurnya sangat pendek, hanya sekitar dua tahun.

“Setiap tahun kita banyak membeli anjing pelacak khusus narkoba, biasanya kita datangkan dari Belanda. Selalu kita harus membeli lagi, itu karena anjing-anjing itu tidak bertahan lama. Setiap hari mereka berlatih dan melacak narkoba, rusak badannya, biasanya maksimal bertahan dua tahun sudah harus pensiun atau mati,” tegasnya saat bertatap muka dengan warga kampung RT 03 RW 04 Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (8/5).

Sianturi mengatakan, kebutuhan anjing pelacak cukup tinggi, karena saat ini tren menyelundupkan narkoba dengan disisipkan pada aneka jenis barang bahkan makanan. Seperti kasus pengiriman dari China dan Pakistan belum lama ini.

Sianturi membandingkan, penggunaan narkoba pada manusia efeknya kurang lebih sama. Bahkan pada ganja yang sering diklaim paling aman, pengguna akan mengalami kemerosotan fisik dan mental pada usia 50 tahun.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge