0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aktivis Dibekali Pelatihan

foto: Tyo Eka
Pelatihan di STIKES UMS (foto: Tyo Eka)

Solo – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan Leadership Dalam Perspektif Islam. Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 peserta dari unsur pengurus BEM, IMM, KSR, Himaper, Himabid, dan Himagiz.

“Kegiatan ini ditujukan untuk membekali seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan di STIKES PKU Muhammadiyah Solo,” ungkap Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Harmoko kepada wartawan, di kampus setempat, Sabtu (7/5).

Bekal yang dimaksud, kata Harmoko, terkait bagaimana memimpin dan manajemen organisasi yang benar, sehingga seluruh pengurus memiliki wawasan dan pemahaman yang benar dalam menjalankan roda organisasi.

Bertindak selaku narasumber dalam pelatihan ini adalah Dr. Sofyan Anief, M.Si (Ketua BPH STIKES PKU), Weni Hastuti, S.Kep.,M.Kes (Ketua STIKES PKU), dan Anis Prabowo, SKM.,M.Gizi (Ketua LPMPI).

Weni yang juga merupakan alumni STIKES PKU sekaligus mantan pengurus BEM ketika masih sebagai mahasiswa, mengajak kepada seluruh peserta untuk menjadi aktivis organisasi yang tetap memiliki prestasi akademik.

“Menjadi aktivis organisasi bukanlah alasan pembenar untuk memiliki prestasi akademik yang jelek. Karena justru melalui aktif berorganisasi kita akan dilatih hard skill dan soft skill kita, dan ini tidak dimiliki mereka yang tidak aktif berorganisasi,“ paparnya.

Dr. Sofyan Anief yang saat ini juga menjabat sebagai wakil Rektor IV di UMS, mengajak seluruh peserta untuk memahami konsep kepemimpinan organisasi menurut perspektif Islam.

“Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah berhasil mencetak para pemimpin yang diakui oleh dunia hingga masa sekarang,”jelasnya.

Pada kesempatan itu, Sofyan juga menyampaikan tentang pengalamannya memimpin organisasi sejak mahasiswanya, sehingga membuahkan sederet prestasi seperti yang diperolehnya saat ini.

Sofyan mengemukakan, seorang aktivis di organisasi kemahasiswaan harus juga menguasai manajemen konflik dan negosiasi karena hal tersebut sangat dibutuhkan didalam sebuah organisasi. Didalam organisasi akan muncul berbagai kepentingan, tujuan dan juga akan menghadapi berbagai macam sifat kepribadian.

“Seorang pemimpin organisasi ,Kepribadian (personality) merupakan elemen penting dalam kepemimpinan untuk mencapai sukses, terutama dalam hal mempengaruhi dan meyakinkan anggota-anggotanya,” tambah Sofyan Anief.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge