0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanah Bergeser, Puluhan KK Mengungsi

merdeka.com
Tanah Retak di Bogor (merdeka.com)

Timlo.net — Sedikitnya 44 kepala keluarga atau 169 warga Kampung Sikantor, Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor mengungsi akibat bencana pergeseran tanah berupa amblas, setelah diguyur hujan deras, Jumat (6/5) petang.

Pergeseran itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB usai diguyur hujan pada pukul 15.00 WIB, tiba-tiba tanah di Kampung Sikantor, tepatnya RT 04/05, Desa Malasari, Nanggung mengalami pergeseran sepanjang 1.200 meter.

“Retakan tanah ini baru pertama kali terjadi karena curah hujannya cukup tinggi. Lebar retakan tanah rata-rata 2,5 centimeter di sepanjang 1.200 meter,” ungkap Kepala Dusun Malasari Wawan.

Sementara Kapolsek Nanggung AKP Doddy R menambahkan, retakan tanah itu sebagian membuat dinding rumah warga retak, dan amblas di bagian lantainya sedalam 15 centimeter.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara jumlah rumah warga yang rusak sebanyak 24 unit dan satu unit mushola dengan tingkat kerusakan ringan,” kata AKP Doddy.

Meski hujan di lokasi kejadian sudah reda, namun warga khawatir terjadi amblas atau pergeseran tanah susulan yang lebih besar. Untuk itu, banyak warga memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga yang rumahnya di kampung sebelah dan kondisinya relatif aman.

“Belum ada hitungan pasti kerugian material akibat bencana tersebut. Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Khawatir terjadi bencana yang lebih parah, sejumlah warga mengungsi ke rumah sanak saudara mereka di kampung tetangga,” jelasnya.

Pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan pengecekan terkait kontur tanah.

“Untuk dilihat kontur tanah dan geologinya, kami sudah menghubungi pihak BPBD dan Dinas ESDM,” tandasnya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge