0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menjaring Rupiah dari Jualan Saringan di Pantai

Suminem (Tyo Eka)

Gunung Kidul – Pantai Kukup merupakan salah satu pantai diantara belasan pantai yang berada di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan wisatawan ke pantai tersebut ternyata dimanfaatkan oleh Tubinem (55), penduduk desa Kemedang, penduduk desa pantai Kukup untuk mengais rejeki melalui usaha saringan.

“Saringan beserta ember kecil ini, saya tawarkan kepada mereka yang datang mencari ikan,” ungkap Tubinem saat bertemu Timlo.net, Kamis (5/5).

Tubinem mengatakan, saringan kecil dipakai mencari ikan kecil-kecil yang ada pada kubangan saat pantai surut. Biasanya setelah air pasang menyurut, akan meninggalkan ikan-ikan kecil di kubangan pantai yang berkarang itu.

“Pantai Kukup adalah pantai berkarang yang akan kelihatan karangnya saat air laut surut,” ungkapnya.

Awalnya, menurut Tubinem, sekitar tujuh tahun lalu ada wisatawan bertanya dimana bisa beli saringan dan ember. Orang sinipun bertanya, untuk apa? Dijawab oleh wisatawan itu, untuk mencari atau menjaring ikan.

Setelah didapat barang yang dibutuhkan, wisatawan itupun kemudian memberi contoh, bagaimana mencari ikan kecil-kecil itu. Saringan itu dipakai untuk menjaring ikan-ikan yang banyak bertebaran di kubangan, dan embernya dipakai sebagai tempat menampung ikan-ikan yang terjaring.

“Tidak beberapa lamapun, orang-orang disini mencoba menjajakan saringan kecil beserta embernya kepada wisatawan yang datang. Satu duapun mulai laku,” ungkapnya.

Kini, kata Tubinem, sudah ada belasan orang yang berjualan usaha itu. Satu saringan beserta ember dijual Rp 20.000,-. Kalau pada hari liburan bisa terjual sekitar 20 – 30 saringan per hari perorang.

“Udah sekitar lima tahun ini, usaha ini saya jalani. Hasilnya ya lumayan juga buat nambah-nambah penghasilan. Apalagi liburan panjang,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge