0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Anggap Mahar Caketum Golkar Rp 1 M Sebagai Gratifikasi

merdeka.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar 2016 Lawrence Siburian, menemui pimpinan KPK guna membicarakan mahar Rp 1 Miliar bagi para calon ketua umum Golkar yang akan berkompetisi di Munaslub.

Dia menyebut, karena calon ketua umum Golkar yang akan dipilih itu beberapa di antaranya adalah penyelenggara negara, dan yang menerima juga bisa saja pejabat negara, maka mahar semacam itu dilarang oleh KPK karena terindikasi sebagai gratifikasi.

“Itu masuk dalam gratifikasi. Karena itu, dilarang memberikan sumbangan Rp 1 Miliar di dalam Munaslub ini,” ujar Lawrence di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/5).

Untuk itu, Lawrence menegaskan, ketentuan mahar Rp 1 Miliar bagi para caketum Golkar itu akan dibatalkan.

“KPK akan membantu kita sepenuhnya manakala kita datang ke KPK untuk meminta tolong, berkonsultasi atau monitoring,” ujarnya.

Pihaknya sebagai komite etik akan meneruskan hal ini kepada pimpinan Golkar, yang nantinya akan diteruskan lagi kepada pihak panitia penyelenggara Munaslub.

Selain itu, walaupun KPK tidak memiliki wewenang untuk mengawasi parpol dalam melakukan money politics, tapi karena beberapa calon ketua umumnya adalah pejabat penyelenggara negara, maka KPK akan mengawasi Munaslub ini dari praktik gratifikasi.

“Kami komite etik akan menyampaikan kepada pimpinan Golkar, dan tentu pimpinan Golkar akan menyampaikan lagi kepada panitia penyelenggara munaslub mengenai hasil konsultasi komite etik dengan pimpinan KPK ini,” ujar Lawrence.

“KPK mengingatkan agar penyelenggara negara di pusat dan daerah itu berhati-hati, karena ada ketentuan gratifikasi yang melarang untuk memberikan sumbangan yang melampaui batas ketentuan yang ada,” tegasnya.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge