0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korupsi Dana Purnabakti

9 Mantan Anggota DPRD Boyolali Segera Disidang

dok.timlo.nrt/nanin
Kejaksaan Negeri Boyolali (dok.timlo.nrt/nanin)

Boyolali — Kejaksaan Negeri Boyolali melimpahkan berkas sembilan mantan anggota DPRD Boyolali periode 1999-2004 terkait kasus dugaan korupsi dana purnabakti. Kasus korupsi tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar.

“Berkas sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang, dalam waktu dekat segera disidangkan,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Boyolali, Agus Robani, Rabu (4/5).

Sembilan mantan anggota DPRD Boyolali tersebut, Muhammad Amin Wahyudi, Adha Nur Mujtahid, Sumarsono Hadi, Y Sriyadi, Sururi, Suwardi,  Ansor Budiono,  Saifudin Aziz dan Cipto Haryono. Mereka terbukti melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri dengan  dana purna bakti, perbaikan penghasilan, tunjangan kesejahteraan, tunjangan perjalanan dinas tetap, dan biaya penunjangan operasional dan Klaim Asuransi jiwa itu tak dibenarkan. Yang bertentangan dengan PP nomor 105 tahun 2000 pasal 24 ayat (2) dan (3).

“Tindakan mereka melawan hukum dan mereka yang berperan dalam pengesahan dana purna bakti,” tambahnya.

Sebelumnya, kasus tersebut telah menyeret Miyono dan Subakir (ketua dan wakil DPRD Boyolali periode 1999-2004). Mereka dijerat pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto UU 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun, atau denda minimal dua ratus juta maksimal satu miliar,” tandas Agus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge