0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indeks Tingkat Membaca Indonesia Rendah, Mendikbud : Bukan Masalah Besar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengakui indeks membaca Indonesia masih sangat rendah bila dibanding negara-negara lain. Namun ia tidak memandang hal itu tidak dapat dijadikan penentu daya saing bangsa.

“Kalau diukur dengan sistem indeks, peringkat kita pasti akan kalah dengan bangsa lain,” terangnya, Selasa (3/5).

Besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi penyebab rendahnya angka indeks tingkat membaca di Indonesia. Pasalnya, angka indeks tingkat membaca didapat dengan perhitungan jumlah buku yang dibaca dibagi jumlah penduduk. Sehingga semakin besar jumlah penduduk suatu negara, indeks yang diperoleh akan semakin kecil.

“Meskipun jumlah buku yang dibaca setiap tahun di Indonesia banyak. Indeksnya akan rendah karena dibagi 200 juta penduduk lebih,” kata dia.

Kendati demikian, ia yakin daya saing bangsa tetap tinggi meski tingkat minat baca Indonesia rendah. Ia mengilustrasikan, 25 persen penduduk terbaik di Indonesia akan dengan mudah mengalahkan bangsa lain.

“Kalau misalnya penduduk Indonesia kita rangking, lalu kita ambil 25 persen yang terbaik, itu sudah empat kali lipat total penduduk Malaysia. Jadi jangan terlalu khawatir kalau indeks tingkat membaca kita rendah,” kata dia.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun mengamini pandangan tersebut. Bahkan ia menilai angka-angka statistik bisa dengan mudah dimanipulasi. Ia memandang penanaman minat baca kepada anak sejak dini lebih penting dibanding mempermasalahkan angka-angka.

“Saya menyarankan agar kita jangan terjebak pada angka-angka. Karena itu bisa dengan mudah dibuat. Yang penting bagaimana agar anak-anak kita ini benar-benar suka membaca,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge