0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wow, Setahun Kunjungan di Perpustakaan Melonjak 14 Kali Lipat

timlo.net/ichsan rosyid
Talk show pembukaan Solo Book Fair (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Tingkat kunjungan ke perpustakaan di Indonesia meningkat 1.400 persen sejak ditetapkannya Permendikbud No 23/2015. Dalam kebijakan yang ditetapkan Juli tahun lalu itu, salah satunya diatur bahwa sekolah diwajibkan mengalokasikan 15 menit sebelum pelajaran dimulai untuk membaca buku selain buku pelajaran setiap hari.

“Peningkatan tersebut dilihat dari jumlah dan jenis buku yang dipinjan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam acara talk show pembukaan Solo Book Fair, di halaman Benteng Vastenburg, Selasa (3/5).

Ia mengakui dalam pelaksanaan kebijakan tersebut terdapat sejumlah kendala. Di antaranya jumlah dan kualitas buku koleksi perpustakaan sekolah. Bahkan masih banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan sama sekali. Namun hal itu, menurut Anies, bisa dengan mudah teratasi.

“Ada banyak teknik membaca yang bisa dipelajari. Misalnya dengan membaca bersama. Sekarang ini kita sedang menyiapkan panduan untuk guru tentang teknik-teknik yang bisa dipakai untuk menanamkan minat baca ke murid-murid,” terangnya.

Ia pun menambahkan dalam waktu 15 menit tersebut guru tidak seharusnya memaksakan satu buku kepada murid. Sebaliknya, guru diminta membebaskan murid memilih buku yang ingin dibaca. Bila guru ingin menggunakan teknik membaca bersama, guru disarankan melibatkan murid dalam menentukan buku yang akan dibaca.

“Coba tanyakan ke murid, besok kepengen baca buku apa. Jangan paksa anak-anak membaca buku yang kita sukai. Itu justru akan membuat mereka tidak minat membaca,” sarannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge