0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hebat, Nilai UN Anak-anak Kampung Matematika 9,87

Semangat belajar anak-anak kampung matematika (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Nilai Matematika anak-anak Kampung Matematika di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu sungguh fantastis. Rata-rata nilai Ujian Nasional tahun 2015 9,87, 10 terbaik nasional, tertinggi di Jateng.

“Hasil uji coba UNSD tahun 2016 ini rata-rata nilai yang diperoleh anak-anak mencapai 9,9. Kami yakin itu akan bisa diraih pada saatnya. Bahkan kami sudah menyiapkan hadiah bagi peraih nilai 10 matematika, mendapatkan hadiah Rp 200.000,” kata Bupati Juliyatmono, Senin (2/5).

Adalah Mohammad Prakosa, seorang pengamat matematika merasa tertantang mengubah desa tak dikenal itu menjadi desa terkenal dengan prestasinya. Terutama bidang matematika.

Awal tahun 2015, dia datang ke desa itu, dan melatih 32 warga yang menjadi sukarelawan untuk mengajarkan matematika secara menyenangkan, penuh permainan, namun ilmu itu bisa masuk ke rongga pemikiran anak-anak.

Usai relawan dilatih metode pembelajarannya, maka anak-anak dikumpulkan untuk diajak belajar bersama. Ada 16 kelompok belajar, yang disesuaikan dengan lingkungan dimana anak-anak tinggal, sehingga dekat dari rumah.

“Yang paling penting, orang tua diajak ikut mendorong anaknya belajar, datang ke kelompok belajar, lingkungan harus mendukung setiap jam 19.00 tidak ada televisi hidup. Semua harus belajar di berbagai kelompok,” kata Prakoso.

Dalam waktu tidak lebih dari enam bulan, perubahan terjadi. Anak-anak mulai menunjukkan prestasinya dalam nilai matematika. Dan hasil akhir membuktikan, saat UN SD digelar anak-anak desa itu nilainya melonjak.

”Anak-anak yang ada di SD Bandardawung III yang dijadikan praktek, rata-rata nilainya 9,87. Terbaik d Jateng dan masuk 10 besar terbaik nasional. Mata masyarakat dan pemerhati mulai terbuka pada prestasi anak-anak desa itu,” kata Prakoso.

Prakoso sendiri mengembangkan metode itu, tidak saja untuk tahap SD, namun SMP. Dia juga akan mengembangkan metode serupa di SMP yang sama sekali tidak terkenal, di sekitar Tawangmangu, dekat lokasi SD Bandardawung tersebut.

Yang pasti, kini Desa itu menjadi terkenal. Puluhan guru, seklah dari luar daerah datang untuk belajar metode pemelajaran matematika revolusioner itu, dan menyaksikan langsung bagaimana penerapannya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge