0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cekcok, Khoirul Tega Tikam Mertua

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Sragen — Lantaran salah paham, sorang lelaki bernama Khoirul Amin (29), warga Dukuh Gejreng, Desa Panduan, Kecamatan Karanganyar, Ngawi, Jawa Timur tega menikam mertuanya sendiri. Akibatnya sang mertua, Parti (56), warga Dukuh Pondok, Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Sragen mengalami luka robek pada bagian punggung.

“Pelaku bisa kami tangkap berikut barang bukti berupa sebuah pisau dan buah kaos berlumuran darah milik korban Parti,” kata Kapolsek Jenar AKP Handoyo, mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, Selasa (3/5).

Kejadian itu berawal ketika Khoirul bertandang ke rumah Parti bersama istrinya, Kemi (27) pada Minggu (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Entah mengapa dalam pertemuan antara menantu dan mertua itu terjadi cekcok yang berujung pada kemarahan Parti. Khoirul pun akhirnya diusir dari rumah Parti. Namun Khoirul tak menghiraukan dan tetap bermalam di rumah mertuanya hingga Senin (2/5) pagi.

Cekcok menantu dan mertua ini berlanjut. Bahkan Parti mengatakan terhadap anaknya, Kemi, kalau masih bertahan berumah tangga dengan suaminya, akan ikut diusir mengikuti Khoirul. Mendengar itu Khoirul salah paham dan naik pitam. Dia lantas menemui Parti yang sedang memasak di dapur dan langsung menikamnya dari belakang sebanyak dua kali dengan menggunakan pisau dapur. Namun Parti bisa membela diri dengan membawa kayu yang masih ada apinya untuk melawan Khoirul Amin, dengan maksud agar bisa melarikan diri keluar dari rumahnya.

“Selanjutnya korban Parti langsung meminta tolong kepada tetangganya bernama Paryono untuk mengantar ke Puskesmas Jenar guna pengobatan dan melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Jenar,” jelas AKP Handoyo.

Setelah dilakukan penyidikan terhadap Khoirul, dia dinilai telah cukup bukti melakukan perbuatan penganiayaan. Polisi menetapkan Khoirul sebagai tersangka dan perbuatan terlapor telah memenuhi unsur perbuatan penganiayaan sesuai Pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge