0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lytro Fokus ke Virtual Reality, Tinggalkan Industri Kamera

Dok: Timlo.net/ CNN.
Lytro Illum. (Dok: Timlo.net/ CNN.)

Timlo.net—Pada 2012, kamera Lytro Light Field pertama dirilis di pasar. Dan sekalipun kamera itu memiliki hardware yang keren, tapi produk itu kesulitan menarik perhatian masyarakat. Setelah itu, mereka merilis kamera Lytro ILLUM baru dengan tampilan dan nuansa yang lebih profesional. Tapi rupanya produk ini belum juga bisa menarik perhatian masyarakat. Teknologi Light Field, yang menangkap lebih banyak data dibandingkan satu gambar tunggal memang menakjubkan. Dengan teknologi ini, kita bisa mengubah fokus sebuah foto setelah selesai memotret dan mengeditnya seolah-olah kita sedang memotretnya.

Sekarang, Lytro memutuskan untuk berfokus pada virtual reality (VR) dan CEO mereka, Jason Rosenthal menjelaskan kenapa mereka berubah haluan.

Rosenthal mengatakan jika dengan produk kamera komersil mereka, perusahaan itu tidak akan menjadi populer dan sukses. Sekalipun menawarkan terobosan di bidang manipulasi gambar, ukuran file yang lebih besar dan kamera yang mahal tapi Lytro kesulitan memasarkan produk mereka karena masyarakat lebih memilih memakai smartphone mereka untuk mengambil gambar.

Lalu studio film di Hollywood dan pencipta konten mendekati Lytro dan meminta produk yang memanfaatkan teknologi Light Field untuk membantu merealisasikan visi kreatif mereka dalam dunia sinematik VR dan konten.

Dan inilah masalah yang dialami industri teknologi saat ini. Ada lebih banyak perangkat VR dibandingkan konten VR yang bisa dinikmati. Kebanyakan konten VR yang ada adalah video pendek dan pengalaman add-on. Oleh karena itu Lytro memperkenalkan Immerge, sebuah kamera yang menggabungkan konten 360 derajat dengan teknologi Light Field.

Ukuran file untuk konten VR juga cukup besar, tapi produk akhir yang akan dinikmati para pengguna tidak akan sebesar file mentahnya. Hal ini berarti jika teknologi Light Field bisa digunakan studio film untuk menciptakan konten VR unggulan tanpa membebani pengguna dengan file besar.

Dengan teknologi Light Field, pencipta konten bisa mengatur fokus, menambahkan kedalaman dan menciptakan pengalaman yang lebih dekat atau dalam hanya dalam satu kali pengambilan gambar. Mereka tidak perlu mengubah zoom lensa atau yang lainnya. Hanya satu kali pengambilan gambar, dan mereka bisa memanipulasi fokus dan konten mereka.

Sumber: AndroidHeadlines.com

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge