0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bu Dosen Dibunuh Mahasiswanya, UMSU Libur Dua Hari

dok.merdeka.com
Dosen UMSU dibunuh mahasiswa (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Peristiwa pembunuhan terhadap salah seorang dosennya, Hj Nur’ain Lubis (63) membuat civitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar di kampus tersebut. Kuliah diliburkan selama dua hari.

“Kita meliburkan aktivitas perkuliahan selama dua hari sebagai bentuk rasa duka cita atas peristiwa ini. Memang liburnya jadi sepekan karena Kamis dan Jumat itu kan hari libur nasional,” ungkap Kepala Humas UMSU, Ribut Priadi, Selasa (3/5).

Ribut mengatakan kebijakan meliburkan mahasiswa ini tidak ada kaitannya dengan ricuh yang terjadi di kampus UMSU saat RS (21) dievakuasi polisi. “Kalau itu kejadiannya sudah clear. Sekarang kita konsentrasi di rumah duka hingga pemakaman selesai,” katanya.

Selanjutnya, pihak rektorat juga terus berkoordinasi dengan polisi. Mereka menyerahkan penuh kasus itu kepada pihak berwajib.

Seperti diberitakan, RS menikami dosennya Hj Nur’ain Lubis di toilet gedung FKIP UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Senin (2/5) sore. Mantan dekan FKIP UMSU itu meninggal dunia meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sebelumnya, HJ Nur’ain Lubis tewas setelah ditikam oleh RS, salah satu mahasiswa di tempatnya mengajar, Senin (2/5). Korban merupakan dosen PPKN dan pernah menjabat Dekan FKIP UMSU.

“Korban adalah Dosen Fakultas FKIP UMSU Medan. Motifnya belum diketahui,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Helfi Assegaf.

Nur’ain digorok di toilet FKIP UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan. Pergelangan tangannya juga disayat.

Setelah ditemukan, Nuraini sempat dibawa ke RSU Imelda Pekerja Merdeka. Namun nyawanya tidak tertolong. Jasadnya kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Beredar informasi pelaku berinisial RS, mahasiswa FKIP UMSU Stambuk 2014. Namun informasi ini belum dikonfirmasi pihak kepolisian.

Pelaku sempat lari ke Fakultas Ekonomi UMSU. Petugas kepolisian sempat kesulitan mengevakuasi pelaku. Kerumunan mahasiswa sempat menghalangi.

Meski pelaku sudah dibawa, bentrok masih terjadi antara polisi dan mahasiswa. Gas air mata pun sempat dilepaskan. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge