0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tusuk Polisi Saat Hendak Ditangkap, Bule Ini Didor Hingga Tewas

merdeka.com
Amokrane Sabet (merdeka.com)

Timlo.net — Amokrane Sabet, seorang Pria berusia 49 tahun berkebangsaan Prancis petarung Mixed Martial Arts (MMA), membuat resah warga Desa Berawa Kuta Utara, Bali. Belum ada sebulan pria berbadan kekar ini diamankan di sel Polsek Kuta Utara, Senin siang ditembak mati oleh anggota Buser. Tindakan tersebut dialkukan saat berusaha kabur dan setelah menusuk anggota polisi dengan sebilah pisau di bagian dada.

Sementara, anggota polisi yang sedang bertugas jaga yang ditusuk masih belum sadarkan diri dan dalam perawatan di RSUP Sanglah. Informasi yang didapat, saat itu Sabet berusaha lari dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Namun entah dari mana bule ini dapat senjata tajam yang digunakan menikam anggota polisi. Setelah itu, dia lari namun berhasil dikejar anggota Buser dan ditembak mengenai dadanya.

Kapolsek Kuta Utara Komisaris Polisi, I Wayan Arta Ariawan menegaskan, polisi terpaksa melumpuhkan mantan petarung Mixed Martial Arts (MMA) ini hingga tewas. Lantaran pria itu mengancam dan melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

“Anggota kami sudah berikan peringatan sudah tiga kali tembakan. Namun itu tidak membuat bule tersebut menyerah, bahkan menyerang anggota kami dengan sajam,” terang Arta, Senin (2/5).

Dijelaskannya, kejadian tersebut terjadi di dekat kediamanya di Tebu Beneng saat polisi melakukan upaya penahanan secara paksa karena meresahkan warga.

“Pengamanan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WITA,” singkatnya.

Sebelumnya pria pelontos ini dilaporkan warga dan desa adat setempat karena sering membuat onar. Selain sering makan di restoran tidak bayar dan juga sering melakukan tindakan pencabulan terhadap sejumlah wanita di lokasi Berawa Kuta. Tidak hanya gadis, bahkan ibu ibu sudah berumur sering digoda dan sudah sangat meresahkan.

Atas laporan itu, polisi melakukan pengamanan. Namun upaya itu selalu gagal. Hingga puncaknya pada Senin, polisi mendatangi kediaman Amukrane untuk melakukan upaya paksa.

Selain Kapolsek, hadir juga di sana Kaur Bin Plin Kompol I Gede Mustika, Kabid Penindakan Imigrasi Bandara Ngurah Rai M. Soleh, Brimob kompi II Batalion B Polda Bali dipimpin Aiptu I Made Cakra, Dalmas Polda Bali dipimpin Iptu Ishak Koko Hosio serta anggota Polsek Kuta Utara.

Sempat dilakukan negosiasi antara petugas dipimpin Kapolsek dengan translater FILLIP. Namun Amokrane tetap melawan dengan membawa pisau belati menantang petugas untuk berkelahi dan minta ditembak. Tidak hanya itu , Amukrane juga melontarkan kata-kata hinaan kepada polisi dan presiden Jokowi.

Karena melawan, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tembakan peringatan ini membuat Amukrane semakin menjadi-jadi. Pria gundul tersebut malah mengejar petugas menggunakan belati. Salah satu petugas menjadi korban.

Akibat aksinya polisi langsung menembak Amukrane hingga terhempas dan mengembuskan napas terakhir. Sementara petugas yang terkena sabetan akhirnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bali Med.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge