0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa Berkebutuhan Khusus Belum Mendapat Layanan Maksimal

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (kiri) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo – Belum meratanya layanan bagi siswa difabel sangat disayangkan oleh kalangan legislatif. Seharusnya, Pemkot tanggap dan memberikan fasilitas pendidikan kepada para penyandang disabilitas.

“Apalagi Kota Solo sudah mendengungkan sebagai kota ramah difabel. Ternyata, dibidang pendidikannya masih ada yang belum merasa terfasilitasi,” terang anggota Fraksi PDI Perjuangan, Ginda Ferachriawan saat berbincang dengan wartawan baru-baru ini.

Kurang terfasilitasinya layanan di bidang pendidikan khusus difabel ini, kata Ginda, mencuat saat dirinya menggelar reses pekan kemarin. Waktu itu, seorang penyandang disabilitas jenis tuna rungu mengeluhkan bahwa di sekolahnya SMK Negeri 9 Solo hanya diampu oleh satu guru untuk siswa tuna rungu. Padahal, rekan-rekannya yang lain memiliki jenis tuna rungu yang berbeda-beda.

“Ini kan sangat miris sekali. Seharusnya, Pemkot dapat memfasilitasi tiap jenis siswa tuna rungu yang ada di sekolah tersebut, tidak dipukul rata dengan menyediakan satu guru,” terang Ginda.

Dengan dipukul rata seperti itu, lanjut Ginda, siswa akan kesulitan menerima pelajaran yang disampaikan. Terlebih, bahasa asing (Bahasa Inggris-red) yang juga diajarkan kepada mereka.

“Mereka mengaku kesulitan, ketika diajarkan Bahasa Inggris karena keterbatasan SDM guru yang mengerti menyampaikan materi kepada siswa tuna rungu yang berbeda-beda,” jelas Ginda.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro mengatakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) harusnya mampu mengakomodir permasalahan ditiap sekolah di Kota Solo. Mereka dapat menampung keluhan-keluhan yang terjadi dalam proses belajar mengajar yang menyangkut dengan siswa secara langsung. Setelah semua dapat dipetakan, maka Disdikpora dapat mengambil langkah untuk memfasilitasi masalah tersebut.

“Sebenarnya mudah saja mengatasi hal ini, sekolah dapat merekrut guru honorer untuk tiap anak berkebutuhan khusus dengan alokasi dana dari Pemkot,” terang Asih.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge