0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembentukan BNK Solo Tertunda, Ini Penyebabnya

dok.timlo.net/heru murdhani
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pembentukan Badan Narkotika Kota (BNK) Solo yang ditargetkan terbentuk bulan lalu (April) tertunda karena masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembentukan BNK dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Kendati demikian, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, program tersebut merupakan prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Juklak dan Juknis turun langsung kita bentuk. Tinggal menunggu itu saja,” kata Walikota FX Hadi Rudyatmo, Senin (2/5).

Rencananya, BNK Solo akan memanfaatkan gedung milik Pemkot Solo yang sudah ada sehingga tidak perlu membangun gedung baru. Kebijakan tersebut diambil untuk memaksimalkan fungsi aset Pemkot Solo. Untuk gedung BNK, Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, menginginkan agar lembaga tersebut berkantor di Jalan Slamet Riyadi bersama dengan Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

“Pilihannya banyak. Tapi kalau saya ya pilih di situ,” kata dia tanpa merinci alasannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo Hari Prihanto meminta masyarakat memaklumi tertundanya pembentkan BNK. Selain belum adanya Juklak dan Juknis dari BNN, padatnya agenda Pemkot Solo juga menjadi faktor penyebab terwujudnya BNK di Solo molor.

“Targetnya memang bulan lalu. Tapi kan kita kemarin banyak sekali kegiatan jadi kami harap dimaklumi,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo telah membentuk tim percepatan untuk mendirikan BNK Solo. Langkah tersebut diambil setelah Kepala BNN, Budi Waseso mendesak Pemkot Solo untuk segera membentuk BNK karena Solo termasuk salah satu sasaran binis narkoba akhir Maret lalu. Komitmen tersebut diperkuat dengan adanya dukungan dana APBD yang akan dialokasikan untuk BNK yang akan terbentuk nantinya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge