0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waduk Cengklik Mulai Dikeruk, Warga Dilarang Masuk

dok.timlo.net/nanin
Pengerukan Waduk Cengklik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Solo mulai melakukan pengerukan waduk. Anggaran pengerukan waduk menelan dana senilai Rp 26,5 miliar dari APBN 2016. Tahap awal pengerukan waduk dilakukan di Desa Sobokerto dan Desa Senting, Ngemplak.

“Pengerukan waduk memakan waktu delapan bulan,sampai bulan Oktober,”  kata pengawas pelaksana rahabilitasi Waduk Cengklik PT Aura Sinar Baru Surabaya, Supriyanto, Senin (2/5).

Pengerukan dilakukan dengan menerjunkan dua alat berat, buldoser dan backhoe yang didatangkan dari Semarang. Alat berat buldoser difungsikan untuk mengeruk tanah waduk hingga rata dengan kedalaman mencapai 1,5 meter. Tanah yang sudah terkumpul kemudian dikeruk menggunakan alat berat backhoe untuk dijadikan tanggul di pinggir waduk dengan ketinggian 3 meter. Sedangkan panjang tanggul yang mengelilingi waduk sepanjang 2 Km dari Sobokerto dan 2,5 km dari Desa Senting.

“Kita buat tanggul biar warga tidak masuk ke dalam waduk, harusnya memang steril,” tambah Supriyanto.

Nantinya, da 16 titik gorong-gorong yang bakal dibangun di bawah tanggul. Gorong-gorong tersebut berfungsi untuk pintu masuk dan keluar air untuk irigasi pertanian. Panjang gorong-gorong mencapai 28 meter.

Sementara terkait dengan terlambatnya pengerukan di waduk Cengklik, menurut pelaksana pengerukan Waduk Cengklik, Pardio, disebabkan lamanya proses pengukuran elevasi air waduk.

“Pengukuran harus akurat, menyangkut daya tampung air,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses pengerukan, pihaknya akan mendatangkan 20 alat berat. Untuk anggaran senilai Rp 26,5 miliar nantinya tidak hanya digunakan untuk pengerukan waduk tetapi juga  untuk grouting, pembuatan waduk, pembuatan gorong-gorong, dan pembuatan suplesi waduk.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge