0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembebasan 10 WNI yang Disandera Tanpa Uang Tebusan

dok.merdeka.com
Para WNI yang sempat disandera Abu Sayyaf tiba di Halim Perdanakusuma (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein menegaskan pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina tanpa uang tebusan. Kivlan Zein yang juga selaku tim negosiator menyatakan cara pembebasan menggunakan pendekatan ke tokoh masyarakat dan warga setempat di Sulu, Filipina.

“Pembebasan tersebut dilakukan tanpa uang tebusan, melainkan negosiasi atas kerja sama intelijen TNI dengan intelijen tentara Filipina,” kata Kivlan Zein melalui pesan singkat yang diterima di jakarta, Senin (2/5).

Kivlan yang selaku pihak yang mewakili perusahaan PT Patria Maritime Lines, mengaku telah melakukan negosiasi sejak 27 Maret 2016. Bantuan terutama diberikan oleh Gubernur Sulu Abdusakur Toto Tan II yang merupakan keponakan pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari.

Sebab, penculiknya Al Habsyi Misa, mantan supir dan pengawal saat menjadi Gubernur Otonomi Muslim in Mindanao atau ARMM pada 1996-2001.

“Maka, saya sebagai wakil perusahaan meminta bantuannya untuk membujuk sang penculik WNI, dan berhasil membujuknya,” kata Kivlan.

Lanjut dia, intel Badan Intelijen Strategis (Bais) dan intel Filipina melalui pendekatan ke kepala desa, camat, walikota dan gubernur Sulu membujuk penculik dan menekan dengan serangan militer dan pemboman. Oleh karena itu, akhirnya secara ikhlas sandera dilepas ke gubernur Sulu.

Dia menambahkan, pihaknya tengah melakukan proses pembebasan empat WNI awak kapal TB Henry yang juga di Filipina. “Jadi kita telah mengetahui letak posisi mereka di mana. Saya sudah kontak dengan yang pegang empat orang itu. Semoga bisa kita bebaskan,” jelasnya. [bal]

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge