0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Empat Sandera Belum Dibebaskan, Pemerintah Dinilai Tidak Adil

merdeka.com
Pelaut disandera di Filipina (merdeka.com)

Timlo.net — Keluarga Kapten Ariyanto Misnan setelah mendapatkan informasi bahwa sandera yang dibebaskan hanya 10 orang dari ABK Kapal TB Brahma. Sedangkan, 4 ABK dari TB Henry belum ada kepastian.

“Pemerintah tidak adil, kenapa tidak serentak membebaskan sandera,” kata ibu Kapten Ariyanto, Melati Ginting, Minggu (1/5).

Ia mengatakan, sampai saat ini keluarga belum mendapatkan kabar mengenai kondisi terakhir Kapten Ariyanto. Bahkan, pemerintah serta perusahaan terkesan cuek dengan kondisi keluarga di rumah.

“Saya di rumah kepikiran terus, bagaimana nasib anak saya. Tapi, enggak ada yang menghubungi ke rumah mengabarkan kondisi anak saya,” ujar Melati.

Karena itu, keluarga meminta agar pemerintah tegas dalam mengupayakan pembebasan para sandera yang masih ditawan oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo berjanji akan membebaskan empat WNI lainnya yang masih di tangan kelompok militan di selatan Filipina.

“Kami masih usahakan pembebasan 4 ABK yang lainnya,” ungkap Presiden.

Selain upaya pembebasan keempat ABK tersebut, pengamanan di wilayah perbatasan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pertemuan antar menlu dan panglima militer antara Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Upaya pembebasan sandera yang lain perlu mendapatkan perhatian pengamanan di perbatasan dan sekitarnya. Akan diadakan pertemuan pada 5 Mei ini, antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, yang akan bertemu Menteri Luar Negeri, Panglima TNI, Menteri Luar Negeri dan Panglima Malaysia, Filipina dan Indonesia,” papar Jokowi.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge