0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebutuhan Sosial Masyarakat Meningkat, UMK Solo Masih Minim

dok.timlo.net/nanin
Ilustrasi buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Solo – Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) di Kota Solo senilai Rp 1,4 juta dipandang masih sangat minim. Pasalnya, kebutuhan saat ini tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima para buruh.

“Perhitungan upah Rp 1,4 juta saat ini sangat minim,” terang Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 Solo, Suharno saat dihubungi Timlo.net, Minggu (1/5).

Menurutnya, UMK minimum di Kota Solo berada dikisaran Rp 1,9 juta. Jumlah tersebut, didasarkan pada kebutuhan sosial kemasyarakatan yang saat ini mulai meningkat seiring arus kemajuan jaman. Sedangkan, UMK Kota Solo saat ini hanya mendasarkan pada kebutuhan pokok dan biaya hidup.

“Kalau dihitung secara jeli, jumlah Rp 1,4 juta sangat minim memenuhi kebutuhan hidup. Belum lagi kebutuhan social yang saat ini makin meningkat tajam,” tandas Suharno.

Disisi lain, kata Suharno masih banyak perusahaan-perusahaan ’nakal’ yang tidak melengkapi tenaga kerja mereka dengan jaminan kesehatan. Padahal, dalam aturan pemerintah telah mengatur bahwa perusahaan wajib memberikan jaminan tenaga kerja kepada seluruh karyawannya.

“Maka dari itu, kami juga memperjuangkan hak-hak para pekerja termasuk mendapat jaminan kesehatan dari perusahaan,” kata Suharno.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge