0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Penghinaan

Vonis Terlalu Ringan, Keluarga Korban Tak Puas

Ilustrasi vonis hakim (dok.timlo.net/gg)

Boyolali — Vonis yang dijatuhkan terdakwa penghinaan di muka umum  Sucipto Kadir warga Jakarta, oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Boyolali dinilai terlalu ringan oleh pihak keluarga korban, Kenneth Lie warga Jakarta. Pasalnya, selain malu, korban juga mengalami luka lecet di pipi dan benjol di kepala. Kasus tersebut terjadi di Komplek Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit karena muntah darah,” kata kerabat korban diwakili Samsul Syah alias H Jimbo, Jumat (29/4).

Terkait putusan tersebut, Jimbo menyatakan pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan pidana lain yang menyangkut Sucipto. Saat ini, Sucipto juga tengah dilaporkan kerabatnya yang lain, Willy Widodo ke Disreskrimum Polda Metro Jaya, atas dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen.

“Dokumen yang dipalsukan itu kwitansi, seolah-olah Willy ambil uang dari dia dan dilaporkan ke Polres Jaksel. Tapi setelah dicek di forensik, tanda tangan kuitansi itu palsu sehingga dia dilaporkan balik ke Polda Metro Jaya. Kasus ini nanti yang akan kami kawal,” imbuh dia.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Boyolali, Agung Wicaksono, Vonis itu dijatuhkan kepada Cipto lantaran dari fakta persidangan, keterangan saksi-saksi sesuai dengan dakwaan JPU tentang penghinaan di muka umum.

“Terdakwa divonis hukuman satu bulan 15 hari potong masa tahanan sesuai Pasal 310 KUHP,” ungkap Agung

Hal yang memberatkan, terdakwa sudah membuat malu korban dan membuat keributan di muka umum. Selama persidangan, terdakwa berlaku sopan dan mengakui sudah meminta maaf.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge