0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketika Mahasiswa Jepang Menari Topeng Gunung

Mahasiswa UNS asal Jepang menari Topeng Gunung Sari (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Tarian tradisional Jawa Topeng Gunung Sari sudah biasa ditarikan oleh orang Jawa tentu dengan segala lemah gemulainya. Lain halnya bila dimainkan oleh orang Jepang, tentu bisa dimaklumi apabila gerakannya agak canggung-canggung.

“Tapi saya kan bisa menarikan, meski tentu saja kaku sekali,” ujar Taka, mahasiswa UNS asal Jepang saat bertemu wartawan seusai menarikan tarian Topeng Gunung Sari pada acara UNS Culture Night 2016 di Auditorium UNS, Kampus Kentingan, Jebres, Solo, Kamis (28/4) malam.

Taka mengaku sebelum pentas, dirinya latihan dengan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia menjalani latihan selama delapan bulan. “Meskipun delapan bulan latihan, belum lancar juga,” ujarnya sambil ketawa.

Diakui, tarian Topeng Gunung yang dibawakanya memang tidak lengkap khususnya terkait kostumnya. Seharusnya tari itu memakai topeng. Tetapi karena belum lancar terpaksa tidak memakai. “Tetapi saya senang, menarikan,” ujarnya.

UNS Culture Nigth yang setiap tahun diselenggarakan oleh UNS, kali ini menampilkan kesenian dan makanan berasal 26 negara. Kesenian dan makanan tersebut ditampilkan oleh para mahasiswa asing yang belajar di UNS.

“UNS Cultural Night digelar sebagai wujud apresiasi terhadap keberagaman budaya mahasiswa asing di UNS. Ada kesenian dari Kamboja, Jepang, Hongaria, Turki, Amerika Serikat, Perancis, dan sebagainya,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara UNS Cultural Night 2016, Taufik Al Makmun.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge