0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kakao, Pohon Uang Masyarakat Bero

Tanaman kakao (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Desa Bero, Kecamatan Manyaran merupakan salah satu desa sentra kakao atau biji coklat di Wonogiri. Bahkan, kakao bisa diibaratkan sebagai pohon uang masyarakat Bero. Pasalnya, sekitar 80 persen warga desa ini bergantung pada tanaman kakao, disamping bertani.

“Tanaman kakao sudah ada sejak  tahun 1980-an. Awalnya bantuan pemerintah, akhirnya berkembang sampai saat ini,” ungkap Kades Bero, Kecamatan Manyaran, Roh Edy Wibowo, Kamis (28/4).

Penduduk Desa Bero ada sekitar 1300 kepala keluarga (KK) dengan 5000-an jiwa. Hampir dapat dipastikan, setiap keluarga memiliki tanaman kakao di pekarangan rumahnya. Desa tersebut terbagi menjadi 12 dusun, yakni  Dusun Bero, Jetis Kidul, Jetis Lor, Pucanganom, Silir, Pondok,, Gembuk, Pageyan, Banasan, Kopen, Timoyo, dan Gayam.

Kakao dijumpai di semua dusun, namun paling banyak ada di Dusun Bero, Pageyan, Jetis Lor, dan  Jetis Kidul.

“Kalau jumlah total tanaman kakao di desa kami, sejauh ini tidak tahu persis, karena tiap tanaman menua warga langsung tanam di sampingnya,” ujarnya.

Dikatakan, dengan adanya tanaman kakao, warga sangat terbantu perekonomiannya.

“Kakao itu buahnya tidak kenal musim. Jadi panennya hanya menunggu tua, nanti dikumpulkan kemudian ada pedagang besar yang membeli langsung dari warga,” katanya.

Ditambahkan,satu kilogram kering kakao, saat ini dibeli pedagang seharga Rp 20 ribu. Dalam satu tahun, satu batang kakao bisa menghasilkan sekitar 100 kilogram kakao kering. Sehingga satu tahun per batang bisa mengisi uang di kantong warga sekitar Rp 2 juta. Hampir setiap kepala keluarga,memiliki lebih dari satu batang.

“Kendala yang dihadapi warganya saat ini adalah kemunculan hama sejenis jamur di buah kakao. Hama tersebut membuat buah berubah warna dari hijau atau merah menjadi kehitaman. Lama-kelamaan buah akan membusuk. Buah yang didapati terserang hama, akan langsung dibuang pemiliknya, supaya tidak menular,” imbuhnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge