0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belum Semua Karyawan Pabrik Digaji Sesuai UMK

dok.timlo.net/nanin
Ilustrasi buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hingga bulan April 2016, belum semua karyawan pabrik menerima gaji sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Dari data di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Boyolali, tercatat baru 55 persen perusahaan yang sudah membayarkan upah sesuai UMK.

“Untuk perusahaan skala besar tidak ada masalah, sudah sesuai UMK, tapi yang menengah ke bawah sama sekali belum menerapkan,” kata Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, Kamis (28/4).

Perusahaan menengah ke bawah tersebut misalnya, usaha rumah tangga dengan 1 hingga 25 orang dan perusahaan skala menengah dengan jumlah karyawan sekitar 50 orang. Semisal toko atau home industry lain dengan jumlah karyawan toko misalnya, masih banyak yang mendapat upah Rp 1,2 juta.

“UMK kita (Boyolali) kan Rp.1.403.000,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tak memberikan sanksi dan hanya sebatas memberi imbauan kepada pengusaha kecil dan mengengah untuk memenuhi ketetapan UMK. Padahal salah satu sanksi bila tak membayarkan upah sesuai dengan UMK adalah penghentian usaha.

“Kita beri imbauan, kan kasihan kalau langsung ditutup, nanti mematikan pengusaha kecil,” kilahnya.

Sementara itu, selain UMK, di Boyolali ternyata juga masih banyak yang belum mendaftarkan karyawanya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Purwanto mengakui, meski tak punya angka pasti karena masih dalam proses inventarisasi, masih ada perusahaan di Boyolali yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS.

“Isu ini nanti akan jadi pembahasan dalam memperingati Hari Buruh Sedunia 1 Mei mendatang,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge