0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Transaksi, Dua Pengedar Sabu di Sragen Dibekuk

Tersangka pengedar Narkoba yang ditangkap Polres Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Petugas Satuan Narkoba Polres Sragen berhasil meringkus dua orang yang diduga sebagai pengedar narkoba. Keduanya ditangkap saat akan melakukan transaksi sabu-sabu di sebuah rumah warga di dukuh Dondong, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang.

“Kedua terlapor berhasil kamitangkap pada Selasa (26/4) lalu di rumah salah satu terlapor bernama Puji Wahyu Nugroho. Penangkapan ini tindak lanjut dari laporan masyarakat,” kata Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Purnomo, mewakili Kapolres AKBP Ari Wibowo, Kamis (28/4).

AKP Joko mengungkapkan, pihaknya memang mendapat laporan dari masyarakat tentang kegiatan terlapor Puji Wahyu Nugroho (24), warga Dukuh Garut RT 4, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo yang kerap membuat resah warga. Pasalnya di rumah terlapor sering dijadikan tempat pesta narkoba. Berbekal informasi tersebut petugas kemudian melakukan pengintaian di rumah terlapor.

Setelah dilakukan pengamatan petugas melihat terlapor sedang berada di rumah dan langsung melakukan penangkapan. Saat dilakukan pengembangan kasus, terlapor Puji mengaku mempunyai rekan yaitu Handoko Saputro (22), warga Dukuh Dondong RT 28, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang.

Handoko ini ternyata merupakan suruhan atau kurir dari seseorang bernama Kardi yang berstatus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen. Tak butuh banyak waktu, petugas akhirnya juga menangkap Handoko.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah Handoko, petugas menemukan bungkus rokok Dunhil hitam berisi plastik klip bening berisi serbuk kristal diduga sabu seberat 0,2 gram, sebuah pipet kaca, korek gas, 2 buah timbangan digital, 3 buah handphone merk Nokia dan 35 paket plastik klip berisi serbuk kristal diduga sabu dengan berat 20,4 gram.

AKP Joko Purnomo menambahkan, mereka bisa dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge