0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teror Penembakan di Magelang, Pelaku Belum Ketemu

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Penembak misterius meneror warga Magelang. Penembakan diduga menggunakan senapan angin itu berlangsung pada malam hari.

Kejadian pertama pada Sabtu (16/4) dialami karyawan Apotek Enggal, Agustri Purnami (28) warga Dusun Tegal, Rejopanjang, Ambarawa. Kala itu dia hendak pulang menuju indekos di Bogeman, Kota Magelang.

Ketika menyeberangi jalan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara letusan. Beberapa menit kemudian, korban merasakan nyeri di pinggang bagian kiri. Setelah dilihat mengalami luka memar.

Agustri terus pulang dan sampai indekos diberi tahu pemilik rumah bahwa terkena luka tembak, kemudian dibawa menuju RSUD Tidar untuk diobati.

Pada malam yang sama Dwi Mega S (16) warga Karanggading, usai makan di kawasan Alun-Alun Kota Magelang saat pulang juga menjadi korban penembakan. Saat berjalan sampai di kawasan Pecinan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara letusan dan bersamaan itu merasakan kesakitan di paha bagian kanan hingga tidak bisa berjalan.

Saat itu, dengan meminta bantuan tukang ojek, dibawa menuju RSUD Tidar. Namun setelah dirontagen juga tidak ditemukan benda pada bekas yang terluka. Dua kejadian aksi teror penembakan ini dilaporkan ke Polres Magelang Kota.

Paul Candra Wesiaji, warga di kawasan Pecinan Jalan Pemuda, Kota Magelang, berharap aparat kepolisian segera bisa mengungkap kasus penembakan yang terjadi sejak awal hingga pertengahan April 2016.

“Meskipun hanya menggunakan senapan angin, kasus tersebut tetap meresahkan warga,” kata Paul.

Dia mengaku baru kali ini terjadi aksi penembakan dengan senapan angin di wilayah tersebut. Selain di Jalan Pemuda, ternyata aksi penembakan juga terjadi di Jalan Ikhlas Kota Magelang, dengan korban pedagang buah, Santi Rahayuningsih (20) warga Magersari, Kota Magelang.

Santi mengatakan penembakan terjadi pada Senin (18/4), sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu, korban mengira ada tikus di tokonya, ternyata dilihat ada goresan di dinding tripleksnya.

“Saya kira ada tikus, terus tembakan kedua mengenai keranjang buah. Tembakan yang ketiga mengenai paha hingga saya terjatuh terus sembunyi di balik keranjang buah,” bebernya.

Tembakan ketiga mengenai pahanya. Spontan, Santi merasakan nyeri, kemudian dilihatnya ada bekas seperti suntikan di paha kanannya.

“Setelah kejadian lokasi saya bersihkan dengan sapu, tetapi tidak menemukan peluru. Bahkan di dinding hanya ada bekas goresan saja,” paparnya.

Santi menduga penembakan dilakukan dari Jalan Jenderal Sudirman yang terpisah dengan saluran air dengan Jalan Ikhlas. Saat itu ada mobil Carry warna hijau. Kemudian di belakang mobil tersebut ada tiga anak mengendarai sepeda motor.

“Saya tidak punya masalah pribadi. Setelah kejadian mobil carry dan sepeda motor yang parkir di seberang jalan itu langsung kabur ke arah selatan,”ucap Santi.

Pasca kejadian, sekarang tokonya tutup lebih awal. Biasanya tutup pukul 22.00 WIB, namun sekarang tutup pukul 21.00 WIB.

“Kami khawatir dengan kejadian itu. Kami berharap petugas segera menangkap pelakunya,” pinta Santi.

Jumlah korban penembakan orang tidak dikenal diduga menggunakan senapan angin di Kota Magelang, Jawa Tengah, terus bertambah sebelumnya 9 orang menjadi 13 orang. Rata-rata korban adalah kaum perempuan terkena tembakan di bagian pinggang ke bawah.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto di Magelang mengatakan hal ini menjadi keprihatinan polisi untuk serius mengusut pelaku penembak misterius tersebut.

“Informasi terus berkembang, korban itu hanya semula enam, berkembang lagi sembilan, dan sekarang data kami sudah 13 orang dan data ini sedang kami dalami dan nanti akan saya laporkan ke polda,” ujar Edi.

“Bukan hanya 13 korban, mungkin ada masyarakat yang terkena tidak mau melaporkan. Kami harus proaktif menanyakan pada masyarakat dan menggali untuk kasus ini supaya lebih cepat terungkap. Meskipun semula korban tidak lapor, sekarang sudah pada mulai lapor,” imbuhya.

Edi menambahkan, peningkatan jumlah pelapor otomatis membantu pihaknya untuk menambah keterangan korban guna mengungkap kasus ini, sehingga kasus serupa tidak terjadi kembali.

“Kita berharap pelaku segera ditangkap sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa, kondusif, dan aman,” harapnya.

Lebih dalam Edi menjelaskan lokasi penembakan masih didalami oleh Reskrim, tetapi tidak jauh dari seputaran Pecinan Jalan Pemuda, Jalan Ikhlas dan Jalan Tidar. Untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya masih mengumpulkan data dan direncanakan besok tim Labfor Polda Jateng datang ke Magelang.

“Saat ini sudah ditemukan dua proyektil, pertama yang menempel di baju salah satu korban dan kedua ditemukan di lokasi kejadian,” ungkap Edi.

Sejauh ini pihak kepolisian belum bisa mengungkapkan motif pelaku penembakan misterius, Sebab penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Motifnya saya tidak bisa mengutarakan di sini, nanti malah jadinya jauh dari apa yang sedang diungkap,” tukasnya.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah pun turun tangan menyelidiki teror penembak misterius yang terjadi di wilayah Kota Magelang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan intelijen dan reserse kriminal sudah diterjunkan untuk mengungkap dalang penembakan tersebut.

“Direktorat Reskrim Umum dan Intelkam sudah turun ke lokasi,” kata Condro.

Menurut dia, peristiwa itu mendapat perhatian serius menyusul adanya korban luka serta menimbulkan ketakutan.

“Secara berjenjang ditangani hingga ke polda,” tegas Condro.

Lebih jauh Condro menilai, sejumlah peristiwa penembakan itu terjadi di sekitar lokasi yang sama dalam radius 200 meter.

“Dari hasil penyelidikan sementara pelaku menggunakan senapan angin. Diketahui dari gotri yang digunakan sebagai peluru,” jelas Condro.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge