0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diancam Akan Dibunuh, Bupati Dedi: Saya Santai Saja

merdeka.com
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang netizen bernama @Manhajusholihin mengancam Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dari 11 cuitan di akun twitternya, netizen tersebut mengarah pada Dedi Mulyadi. Satu diantaranya berisi ancaman.

“maka jangan salahkan umat jika besok umat tidak percaya lagii dg polda dan langsung MENGGOROK Penista Agama di jalan! @DediMulyadi71” kata akun @Manhajusholihin.

Ancaman diduga merupakan bentuk kekesalan dari kelompok tersebut, setelah Polda Jabar melakukan penghentian penyidikan terkait kasus laporan penistaan agama.

“Bahwa putusan Polda Jabar yang memberhentikan kasus penodaan agama raja syirik @DediMulyadi71 sangat aneh dan mengganjal,” ujar akun @Manhajusholihin.

Dalam cuitan lain, @Manhajusholihin juga menyatakan jika mereka akan terus melakukan upaya agar bisa menjerat Dedi Mulyadi. Mereka juga akan mengajukan pra peradilan dan langkah hukum lainnya.

“Perjuangan melawan penista agama belum berakhir sampai di sini, dalam waktu dekat kami akan ajukan pra peradilan dan langkah hukum lainnya,” tambah akun @Manhajusholihin.

Akun ini juga mempertanyakan terkait para ahi yang dihadirkan Polda Jabar dalam mengusut kasus yang mereka tuduhkan untuk Dedi Mulyadi yaitu melakukan penistaan agama.

“Jadi ahli agama yang mana dihadirkan di Polda? ada permainan apa di Polda? ini aneh dan mengganjal,” cuit lain di akun @Manhajusholihin.

Sementara menanggapi ancaman yang dialamatkan kepadanya, Dedi Mulyadi menyatakan dirinya tetap santai dan tidak terpengaruh. Dedi juga menyatakan tidak akan mengambil upaya hukum untuk melaporkannya ke pihak Kepolisian.

“Saya tidak akan melapor, saya santai saja. Saya serahkan semuanya pada aparat karena tugas Polisi sekarang menjaga saya,” kata Dedi saat dihubungi Kamis (28/4).

Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menetapkan pelaporan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menistakan agama beberapa waktu lalu tidak bisa dilanjutkan ke penyidikan. Laporan itu dilayangkan Kelompok Pengajian Manhajush Sholihin Purwakarta.

Hal itu tertuang dalam Surat Polda Jabar Nomor B/278/IV/2016 Ditreskrimum terkait Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Perkara (SP2HP) tertanggal 14 April 2016 yang ditujukan pada pelapor bernama Syahid Kalja dan terlapor Dedi Mulyadi.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge