0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Otak Penculikan 14 WNI di Filipina

Radullan Sahiron (merdeka.com)

Timlo.net – Radullan Sahiron, diduga menjadi orang paling bertanggungjawab di balik penculikan 14 warga negara Indonesia di Filipina. Pria ini menjadi salah satu petinggi salah satu faksi kelompok militan Abu Sayyaf.

“Di satu sisi kelompok Sahiron mengawasi ketat para sandera. Di sisi lain, ada keuntungan bagi kita karena kelompok ini sudah dalam pantauan dan genggaman kami untuk ditumpas,” kata Presiden Filipina Benigno Aquino, seperti dilansir the Japan Times, Kamis (28/4).

Sahiron dulunya adalah anggota Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Pada 1970-an, dia kehilangan satu lengan karena kontak senjata dengan militer Filipina.

Ketika MNLF mencoba berdamai dengan Manila, Sahiron keluar. Dia membawa gerbongnya yang radikal membentuk Abu Sayyaf.

Pada September 2006, Sahiron menjadi pemimpin tertinggi kelompok teroris itu menggantikan Khadaffy Janjalani yang tewas ditembak tentara Filipina.

Sahiron memecah Abu Sayyaf menjadi beberapa faksi kecil di sekitar Kepulauan Sulu. Dia meneruskan tradisi pemimpin sebelumnya menculik warga asing sebagai sumber pendapatan operasional untuk aktivitas teror.

Pemerintah Amerika Serikat memasang uang imbalan USD 1 juta untuk Sahiron, bagi yang bisa menangkapnya hidup-hidup. Pada 2001 dia pernah memimpin penculikan warga negara AS.

Zamboanga Today melaporkan pada 20 Maret lalu, Sahiron diduga kuat terluka akibat sergapan militer Filipina di Desa Panglayahan, Sulu.

“Cederanya Sahiron kami peroleh dari informasi intelijen,” kata Brigadir Jenderal Alan Arrojado yang memimpin satuan tugas khusus operasi militer Sulu.

Belum ada informasi sahih, apakah sandera WNI juga termasuk yang diawasi langsung oleh kelompok Sahiron.

Informasi lain yang diperoleh, pada pertengahan Maret lalu para sandera asal Malaysia dan Indonesia sempat dibawa ke dataran tinggi Patikul, di Pulau Jolo. Mereka adalah kelompok di bawah pimpinan Apo Mike, salah satu komandan tempur Abu Sayyaf.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge