0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo 24 Jam Menari Dihadiri Ilmuwan Berbagai Negara

Solo 24 Jam Menari di Kampus ISI Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Hilman Farid dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam seminar internasional We Feeling in Dance: A Manifest of Intercultural Values, Jumat (29/4).

Seminar yang dilangsungkan di Gedung Teater Kecil Institut Seni Indonesia (ISI) Solo ini dilaksanakan sebagai rangkaian acara Solo Menari 24 Jam, dalam peringatan Wolrd Dance Day 2016.

“Setelah sebelumnya negara di Asia Tenggara tergabung dalam ASEAN, sekarang terbuka era baru yakni MEA. Diharapkan tari bisa membentuk identitas kebersamaan negara ASEAN.” kata Joko Aswoyo selaku Ketua Panitia Solo Menari 24 Jam, Rabu (27/4).

Seminar ini akan dihadiri oleh ilmuwan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat tari untuk memperbincangkan pengalaman, proses kreatif, dan keilmuan tari dan musik lintas negara.

“Tari memiliki posisi strategis dalam membangun identitas regional. Sehingga tari tidak bisa hanya dipahami sebagai gerak yang diiringi musik, melainkan menjadi suatu kekuatan baru, dalam menaikkan posisi tawar, baik sebagai bangsa Indonesia, maupun kawasan regional Asia Tenggara,” lanjutnya.

Dalam seminar tersebut, beberapa akademisi perwakilan beberapa negara juga turut hadir untuk membeber proses kreatif mereka. Di antaranya Profesor Tiantong Zhan dari China Conservatory of music, Beijing; Profesor Shahamum Mohd Shah dari UiTM MARA Malaysia; Jeannie Park dari Amerika Serikat; Narumol Thammapruksa dari Thailand; dan Wahyu Santosa Prabowo dari ISI Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge