0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perompak Libatkan Anak-Anak Dibekuk

(merdeka.com)

Timlo.net — Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap lima orang terkait perompakan kapal tunda (tug boat) Arwana di perairan Sungai Landak, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

“Empat dari lima pembajak tersebut yakni Zulkifli (24) yang merupakan otak pelaku juga kami tangkap, dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Direktur Polair Polda Kalbar AKBP Andreas Widihandoko di Pontianak, Rabu (27/4).

Andreas memaparkan, terungkapnya kasus perompakan kapal tunda berawal dari laporan nahkoda kapal TB Arwana, 25 April 2016.

Dalam laporan itu, nahkoda mengaku sering menjadi korban aksi kejahatan berupa pencurian dan pemalakan oleh sekelompok orang tidak dikenal.

“Menindaklanjuti informasi itu, kami langsung menurunkan anggota yang menyamar sebagai anak buah kapal, sehingga Selasa (26/4) aksi serupa kembali terjadi, sehingga kami berhasil membekuk pelaku,” terang Andreas.

Menurutnya, tersangka sempat melakukan perlawanan, sehingga anggota polisi yang menyamar pun kemudian melepaskan tembakan peringatan ke atas. Karena kapal motor sedang ditarik kapal tunda licin, para tersangka jatuh. Dari hasil pemeriksaan, empat anak-anak di bawah umur yang turut ditangkap hanya ditetapkan sebagai saksi.

Dalam menjalankan aksinya, Zulkifli memperalat anak-anak dan memberi imbalan sebesar Rp 10 ribu perorang dalam setiap kali beraksi. Saat beraksi jumlah pelaku sekitar delapan orang, tetapi diantaranya berhasil melarikan diri.

“Kami sudah mengantongi identitas ketiganya, yaitu Bombon, Nuri, dan Sambi yang saat ini menjadi buronan,” ungkapnya.

Modus yang dilakukan pelaku saat beraksi, yaitu dengan mendekati kapal tunda menggunakan perahu atau speedboat.

“Mereka saat beraksi biasanya meminta secara paksa BBM serta sejumlah uang dan sudah berulang kali. Pelaku juga tidak segan-segan menggunakan senjata tajam dalam melakukan aksinya,” jelasnya.

Target para pembajak ini yakni pada kapal tunda yang sedang menarik tongkang. Karena kedua kapal itu tidak bisa melaju dengan kencang.

“Aksi seperti ini merupakan ancaman bagi pelaku usaha pelayaran di Kalbar, sehingga kami akan secara rutin melakukan patroli di kawasan perairan rawan tindak kriminal tersebut,” tandasnya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge