0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebagian Napi Lapas Banceuy Dipindah ke Garut dan Cirebon

merdeka.com
Ilustrasi Narapidana (merdeka.com)

Timlo.net — Sebanyak 55 narapidana kasus narkoba Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat, dipindahkan ke Lapas Kelas II B Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan pengawalan ketat personel polisi.

Para narapidana dengan kondisi diborgol itu tiba di Lapas Garut, sekitar pukul 14.30 WIB, menggunakan dua bus, setiap busnya mendapatkan pengawalan oleh anggota Brimob Polda Jabar.

Kepala Lapas Kelas II B Garut, Budi Avianto mengatakan informasinya akan ada 50 narapidana Lapas Banceuy setelah terjadinya kerusuhan dan aksi pembakaran di Lapas itu.

Namun karena Lapas Garut masih mampu menampung, akhirnya jumlah narapidana dari Lapas Banceuy ditambah lima orang untuk mengurangi jumlah kapasitas di Lapas narkoba itu.

“Tadinya mau 50, tapi ada tambahan lima lagi jadi total 55 orang,” kata Budi usai menerima narapidana pindahan itu.

Budi membeberkan kapasitas ideal Lapas Garut sebanyak 529 orang, sementara jumlah penghuni saat ini sebanyak 456 orang.

“Untuk Lapas Garut total penghuninya jadi 511, belum over kapasitas,” terangnya.

Narapidana pindahan itu tidak akan langsung dicampur dengan narapidana lama di Garut. Mereka akan dimasukan ke ruangan karantina dengan batas waktu antara tujuh sampai 15 hari, selanjutnya dicampur ke ruangan lain.

“Yang agama Islam kami pesantrenkan, yang nasrani kami beri kebaktian dulu, setelah itu baru akan dicampur,” tegas Budi.

Terkait pengamanan Lapas Garut, Budi mengungkapkan, jajarannya sudah siap dengan jumlah personel yang cukup untuk mengatasinya.

“Kami juga sudah mengantisipasi agar tidak ada keributan seperti yang terjadi di Lapas Banceuy,” kata dia.

Lapas Klas I Cirebon, Jawa Barat juga menampung 55 narapidana yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Banceuy Bandung, Jawa Barat.

“Kami menerima 55 orang narapidana karena sudah kita ketahui kondisi Lapas Bancuey rusak dan harus di pindahkan kebeberapa Lapas yang ada di Jawa Barat termasuk Cirebon,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cirebon, Taufiqurrahman.

Sebagaimana ketentuan yang berlaku di Lapas, pihaknya akan menempatkan para Narapidana di ruangan mapeling (masa pengenalan lingkungan).

Menurutnya para narapidana itu akan ditempatkan di ruang mapeling selama 30 hari. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan mereka terhadap lingkungan sekitar.

“Kami tempatkan di blok mapenaling selama 30 hari untuk mengenal lingkungan sekitar,” ujar Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman menambahkan, sementara ini untuk penambahan pengamanan atau petugas belum ada meski ada penambahan narapidana sebanyak 55.

Menurutnya semua narapidana yang dipindahkan ke lapas Cirebon itu rata-rata terkena kasus narkoba.

“Untuk penambahan pengamanan belum ada,” tandasnya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge