0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Terima Ditetapkan Tersangka, Sonny Ajukan Praperadilan

Effendi Siahaan SH (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Tandyo Sugiyono Cahyadi alias Sonny (54) melalui kuasa hukumnya Effendi Siahaan SH akhirnya angkat bicara mengenai dugaan penggelapan uang Rp 2 Miliar milik Koperasi Insan Dana Mandiri (Idaman). Pihaknya menyayangkan langkah penyidik yang menetapkan kliennya sebagai tersangka.

“Penetapan klien kami Pak Sonny ini tidak memiliki bukti yang kuat,” ungkap pengacara yang juga mantan anggota DPRD Kota Solo, Rabu (27/4).

Dugaan penggelapan ini berawal saat pihak Koperasi Idaman melalui kuasa hukumnya, Suhadi mengatakan, uang Rp 2 Miliar yang digelapkan bukan hanya milik tersangka saja, melainkan juga milik deposan lainnya. Pasalnya uang tersebut adalah uang hasil penjualan aset milik koperasi yang dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

Namun Effendi Siahaan menyatakan uang tersebut adalah milik kliennya, sebagai hasil penarikan deposito yang pernah kliennya tanam di Koperasi Idaman. Sebab sebelumnya kliennya sekitar tahun 2006 hingga 2007 menanamkan deposito di Koperasi Idaman yang jumlah totalnya mencapai Rp 2 Miliar.

“Uang Rp 2 Miliar yang diterima klien kami ini dikirimkan oleh pengurus Koperasi Idaman, Wisnu Kretarto melalui transfer. Nah dana ini merupakan milik kliennya atas pengembalian deposito milik klien kami di Koperasi Idaman yang disimpan sebagai tabungan berjangka pada tahun 2006 hingga 2007,” kata Effendi.

Dia melanjutkan, pada tahun 2007 kliennya meminta pihak koperasi untuk memberikan kembali uang deposito yang disimpan di Koperasi Idaman. Namun koperasi tidak bisa mengembalikan uang tersebut, disebabkan sedang menghadapi hukum kepailitan.

“Setelah itu untuk mengurus perkara hukum tersebut pengurus koperasi meminjam uang kliennya yang jumlah totalnya Rp 450 juta. Klien kami meminjamkan, dengan syarat jika perkara sudah putus, deposit klien kami akan dikembalikan dengan diprioritaskan,” kata dia.

Lalu, lanjut Effendi, pihak koperasi memenangkan gugatan kepailitan di Pengadilan Niaga (PN) di Semarang hingga terjadinya penjualan aset milik debitur Rp 2,9 Miliar. Kemudian pihak koperasi menstransfer uang Rp 2 Miliar ke rekening Sonny pada 11 Mei 2015.

“Kemudian kok klien kami di laporkan ke kepolisian dan ditetapkan tersangka. Kami akan minta pra peradilan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge