0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penurunan Tarif Angkutan Kurang Sosialisasi

dok.timlo.net/tarmuji
Petugas Dishubkominfo Wonogiri memasang stiker angkutan Lebaran (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tarif penumpang angkutan desa (angkudes) dan angkutan kota (angkot) di Wonogiri mulai per 21 April diturunkan sebesar 3,5 persen. Namun, sejumlah sopir angkudes dan angkuta masih tetap menggunakan tarif lama. Penyebabnya, sosialisasi tarif kedua moda transportasi masih minim.

“Kemarin saya dari angkot dari terminal Induk, Selogiri sampai Pasar Wonogiri Kota masih dipungut dengan tarif lama, yakni Rp 2.700. Malah saya kasih Rp 3.000 tidak ada kembaliannya,” ungkap Warjo, warga Wonogiri Kota, Rabu (27/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri Ismiyanto mengatakan, sesuai SK bupati nomor 135 tahun 2016 tarif baru angkot di Wonogiri mestinya Rp 2.600 per orang. Sedangkan, untuk pelajar tarif lama Rp 1.700 kini menjadi Rp 1.500.

Ditambahkan, SK Bupati Wonogiri tentang tarif angkutan menyusul penurunan harga BBM itu juga mengatur tarif penumpang angkutan pedesaan (Angkudes) atau antar kecamatan dengan batas atas dan batas bawah.

“Agar tidak terjadi persaingan kurang sehat maka diatur dengan tarif batas atas Rp 196 per km per orang, dan batas bawah Rp 120 per km per orang. Sedangkan untuk pelajar ditetapkan batas atas Rp 98 per km per orang dan batas bawah Rp 60 per km per orang,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge