0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kawasan Rawan Leptoporosis Mulai Bergeser

Tikus (dok.merdeka.com)

Boyolali — Masyarakat Boyolali di wilayah selatan dihimbau untuk lebih mewaspadai penyakit Leptoporosis yang disebabkan kencing tikus. Pasalnya, saat ini terjadi pergeseran dari wilayah utara bergeser ke wilayah selatan.

“Terjadi pergeseran, dulu di wilayah Nogosari dan Ngemplak, sekarang beralih ke Banyudono dan Sawit, terjadi migrasi,” kata Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Boyolali, Ahmad Muzayin, Rabu (27/4).

Wilayah Sawit dan Banyudono, saat ini dalam pemantauan. Menyusul wilayah tersebut merupakan sentral pertanian, sehingga dikhawatirkan tikus sawah banyak yang masuk ke pemukiman. Untuk itu, khusus kepada warga yang tinggal di daerah dekat areal persawahan untuk lebih menjaga lingkungannya.

“Terutama jika sedang musim serangan tikus, bisa jadi tikus akan masuk ke pemukiman warga,” tambahnya.

Dijelaskan, meskipun jumlah penderita minim, namun masyarakat tak boleh lengah. Tahun 2014, jumlah penderita tercatat sebanyak tujuh orang dan tiga diantaranya meninggal dunia. Sedangkan tahun 2015 penderita tercatat hanya dua orang. Penyakit leptopirosis memiliki gejala mirip demam berdarah (DB) dan hepatitis, ditandai dengan demam tinggi.

“Kalau ada kasus meninggal, biasanya karena terlambat pengobatan dan diagnose dokter yang keliru,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge