0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seni Pewayangan Didorong Sosialisasikan Bahaya Narkoba

timlo.net/putra kurniawan
Gubernur Ganjar Pranowo bersama Dalang Warseno Sleng dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Hampir seluruh lembaga negara di Indonesia kemasukan narkoba dengan berbagai cara, bahkan omset dari bisnis haram ini mencapai Rp 3 Triliun lebih. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah saat menghadiri Pagelaran Wayang di Halaman Setda Pemkab Sukoharjo Selasa (26/4) malam.

“Semua lembaga kemasukan narkoba, PNS, pelajar, TNI, Polri bahkan Pondok Pesantren pun tidak lepas dari kemasukan anrkoba. Sehingga kelurga di sini sebagai ketahanan pertama untuk menangkalnya,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (26/4).

Kondisi darurat narkoba ini menjadi perhatian khusus bagi orang nomor satu di Jawa Tengah ini, sehingga dalam berbagai kesempatan selalu menyosialisasikan bahaya narkoba. Termasuk memanfaatkan kesenian dan kebudayaan seperti pagelaran wayang.

Pesan-pesan melalui kesenian dinilai paling efektif untuk mempengaruhi seseorang dibandingkan dengan pola sosialisasi melalui seminar dan penyluhan formal. Sehingga, pementasan kesenian dan kebudayaan diminta untuk ikut aktif dalam mengedukasi masyarakat.

“Untuk saat ini saya rasa pesan-pesan dan pendekatan dari budaya yang paling bagus, dan media seni pewayangan ini yang paling luar biasa di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pagelaran wayang kulit bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan lakon Pandawa Mbangun Projo menampilkan dalang Ki Warseno Sleng. Acara ini diselengarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Linmas.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge