0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBF 2016 Janjikan Diskon Minimal 30 Persen

Dok.  Timlo.net
Pameran buku Islam yang bertajuk 15th Solo Islamic Book Fair 2012, di Grha Wisata Niaga (Dok. Timlo.net)

Solo – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menjanjikan diskon sebesar 30 persen di pergelaran Solo Book Fair (SBF) 2016 yang akan digelar di Benteng Vastenburg, 3-9 Mei mendatang. Kebijakan tersebut guna mengantisipasi peristiwa kurang menyenangkan di pameran buku Jakarta. Saat itu Walikota Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama marah-marah lantaran peserta pameran menjual barang dengan harga terlalu tinggi.

“Kita sudah meminta kepada peserta pameran yang menjual barang agar memberi diskon. Jangan sampai ada barang di pameran dijual lebih mahal dari di toko,” kata Ketua Dewan Pertimbangan IKAPI, Tomy Utomo Putro, Selasa (26/4).

Dijelaskan, pameran akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya ada talk show bertema Meningkatkan Budaya Literasi Di Era Digital. Nara sumber yang diundang pun cukup menarik seperti duta membaca, Najwa Shihab; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan budayawan Prie GS.

Sebanyak 70 stan juga akan meramaikan venue pameran. Selain 48 penerbit dari berbagai kota, dan 21 stan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah, ada juga satu stand yang menampilkan karya-karya siswa SMK di Solo.

“Nanti juga ada pameran naskah kuno dari Perpustakaan Mangkunegaran,” imbuhnya.

Kegiatan pameran buku ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca warga Solo. Meskipun berangsur-angsur naik, minat baca masyarakat Solo dinilai masih rendah. Stan-stan penerbit juga dijanjikan tidak akan banyak memajang buku pelajaran.

“Jadi bukan itu tujuan kita (menjual buku pelajaran). Kalau itu tidak usah dipamerkan sudah pasti laku. Kita ingin supaya budaya literasi ini meningkat. Khususnya kegemaran membaca buku-buku di luar buku pelajaran, baik fiksi maupun nonfiksi,” terangnya.

Kegiatan Solo Bookfari sendir digelar untuk memperingati tiga momen. Yaitu hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 Mei.

“Tanggal 17 Mei juga sekaligus ulang tahun IKAPI. Jadi kita sengaja pilih bulan Mei untuk memperingati tiga momen itu,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge