0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Darurat Sampah, Dewan : Mengerucut ke Gemampir

Sekretaris Komisi III DPRD Klaten Edy Sasongko (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Komisi III DPRD Kabupaten Klaten mendesak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk menyelesaikan persoalan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara. Pasalnya, proses di TPA Desa Troketon, Kecamatan Pedan, masih mematangkan detail enginerring design (DED) dan pembebasan lahan.

“Ini kan sedang masa transisi menuju TPA Troketon dari Joho. Nah dari Joho ke Karangdukuh ternyata ditolak. Maka ini SKPD terkait (DPU ESDM), khususnya Kabid Pertamanan dan Kebersihan sudah harus ada solusinya. Entah Gemampir atau mana,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Klaten, Edy Sasongko, Selasa (26/4).

Ditemui di Kantor DPU ESDM Klaten, dia mengaku sudah mendapat penjelasan dari Kabid Pertamanan dan Kebersihan Anwar Sodiq. Meski demikian, pekan depan pihaknya tetap akan memanggil DPU ESDM Klaten untuk pemecahan solusinya. Sebab sudah tiga hari sejak TPA sementara Karangdukuh ditutup warga, Klaten tidak memiliki lokasi pembuangan sampah sementara.

“Info dari Pak Kabid (Anwar Sodiq) sudah mengerucut ke Gemampir. Ini tim Aprrasier (penilai aset) sedang bekerja. Pekan depan secepatnya berembug dengan yang punya lahan di Gemampir untuk menyampaikan kira-kira berapa sewanya, harus dibayar berapa? Kalau tidak cepat akan jadi masalah,” tandas Edy yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan Klaten ini.

Seperti diketahui, sejak Senin (18/4) lalu, TPA di Desa Joho, Kecamatan Prambanan sudah habis masa sewanya. Kemudian, selama satu tahun DPU ESDM Klaten berencana menyewa TPA Karangdukuh, tapi baru sepekan digunakan, Selasa – Minggu (19-24), warga sudah menolaknya. Kini Klaten tidak mempunyai TPA sampah sementara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge