0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saluran Air Jalan Slamet Riyadi 25 Tahun Tak Dirawat

dok.timlo.net/heru murdhani
PKL di kawasan city walk Jalan Slamet Riyadi Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo akan segera menormalisasi saluran drainase sepanjang sisi Selatan Jalan Slamet Riyadi. Pasalnya, saluran tersebut sudah berumur lebih dari 25 tahun, sehingga sudah banyak kerusakan di berbagai titik. Selain itu, kondisi saluran yang tertutup jalur city walk menyulitkan pemeliharan drainase sehingga diperkirakan saat ini sudah banyak tertutup sedimentasi.

“Bisa dilihat di banyak titik, jalur city walk ambles seperti di depan Grand Mall, di Barat BCA Gladag dan beberapa titik lain. Itu tandanya saluran air di bawahnya ambrol,” kata Kepala Seksi Drainase DPU Solo, Arif Nurhadi, Selasa (26/4).

Ia menerangkan, sebenarnya saluran air peninggalan Belanda di Selatan Slamet Riyadi cukup lebar. Namun saluran tersebut sudah lama terkubur sehingga dibuatkan saluran baru selebar satu meter. Saluran tersebut kemudian ditutup untuk jalur lambat yang kini menjadi City Walk.

“Itu sekitar tahun 80-an. Sejak saat itu kan sudah tidak pernah ada perawatan. Sekarang sudah saatnya normalisasi sekalian diperlebar,” terangnya.

Rencananya, saluran baru akan diperlebar menjadi 1,5 meter dengan anggaran Rp 3 Miliar dari Pemerintah Pusat. Detailed Engineering Design (DED) perbaikan saluran drainase itu pun tengah dikerjakan DPU.

Ditargetkan, pengerjaan fisik bisa dimulai akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Tahap awal, pengerjaan akan dimulai dari Simpang Purwosari hingga Perempatan Gendengan berlanjut hingga Lingkar Gladag.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge