0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Diminta Tegas Tangani PGOT

dok.timlo.net/heru mutrdhani
Satpol PP Solo razia pengemis (dok.timlo.net/heru mutrdhani)

Solo — Pemerintah Kota Solo didesak supaya lebih tegas dalam menangani Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). Mengingat keberadaan mereka akan sangat berpengaruh khususnya dari segi keindahan kota.

“Dinas terkait, seperti Dinsos maupun Satpol PP harus lebih rajin untuk melakukan razia PGOT,” terang anggota DPRD Solo, Ginda Ferachriawan, Selasa (26/4).

Selama ini, dirinya sering menjumpai PGOT di sejumlah titik di Kota Solo. Khususnya di sejumlah perempatan yang berbatasan dengan kawasan satelit. Seperti, di perempatan Gemblegan, Perempatan Panggung Jebres, maupun di kawasan Mojosongo. Kebanyakan mereka adalah para pengamen yang meminta uang kepada pengguna kendaraan.

“Kebanyakan mereka bukan orang Solo. Melainkan dari daerah lain yang sengaja datang untuk mencari uang di Solo,” terang Anggota Komisi II DPRD Solo tersebut.

Keberadaan mereka, lanjut politikus PDIP ini, mengancam Kota Solo yang saat ini sedang gencar melakukan promosi kota. Khususnya dibidang pariwisata dan sebagai tempat meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Maka dari itu, Pemkot harus tegas mengatasi permasalahan tersebut..

“Jika Pemkot tegas, mereka (PGOT) akan jera dan tidak mau datang ke Solo lagi. Namun, itu dibutuhkan kerjsama antar dinas terkait untuk mengatasi masalash tersebut. Kalau perlu bisa juga diberikan sanksi,” tandas Ginda.

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Pemkot Solo berhasil mengamankan seorag pengemis Sudadi (44) warga RT 01/ RW 04 Pugeran, Karangdowo, Klaten di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (24/4). Dari kantong pengemis, petugas mendapatkan uang senilai Rp 4,7 juta yang dimasukkan dalam kantong plastik. Kuat dugaan, uang tersebut meruakan hasil mengemis yang diperoleh selama di Kota Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge