0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Langgar Perda, Tempat Karaoke Harus Ditindak

dok.timlo.net/agung widodo
Salah satu tempat karaoke di Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kalangan DPRD Sragen meminta Pemkab bersikap tegas terhadap keberadaan tempat karaoke yang dinilai tidak sesuai peraturan daerah (Perda). Namun sorotan ini nampaknya masih terkendala masalah tekhnis di lapangan.

“Pemerintah harus berpegang pada aturan yang telah dibuat. Dalam aturan tersebut tidak ada yang diistimewakan, semua dinyatakan sama,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Sragen, Suparno, Selasa (26/4).

Suparno mengatakan, pihaknya meminta Satker terkait bisa menindak lanjuti keberadaan tempat hiburan tersebut. Meski saat ini kondisi masih kondusif, namun tetap saja melanggar perda.

”Silahkan saja pemilik karaoke mempelajari Perdanya. Selanjutnya silahkan tutup atau pindah ke tempat lain,” tegas Suparno tanpa bersedia menyebut tempat karaoke yang dimaksud.

Beberapa tempat karaoke diketahui melangar Perda Kabupaten Sragen No 8 tahun 2014 tentang tempat hiburan dan rekreasi. Dalam Perda tersebut diantaranya diatur tempat hiburan dilarang berada pada radius 100 meter dengan lingkungan sekolah dan tempat ibadah.

Namun yang menjadi kendala, hingga saat ini Perda tersebut belum ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (Perbup) yang mengatur masalah tekhnis.

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan  Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, Tugiyono mengatakan, penyelesaian masalah tempat karaoke ini dilakukan bertahap. Pihaknya tetap berpegang pada aturan.

”Kami tetap berpegang pada Perda, tapi harus bertahap. Kami terus evaluasi dengan Satker terkait,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge