0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Hari Tak Diangkut, Sampah Pasar Klaten Menggunung

dok.timlo.net/aditya wijaya
Sampah menggunung di Pasar Induk Kota Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pedagang Pasar Induk Kota Klaten mengeluhkan kondisi tempat ¬†pembuangan sementara (TPS) sampah di pasar setempat. Pasalnya, sampah telah menggunung karena petugas sampah DPU ESDM Klaten berhenti beroperasi mengangkut sampah.

“Sejak Minggu (24/4) lalu enggak diambil (sampah). Mbok diusahakan diangkut, Mas. Baunya sudah seperti ini,” ujar Kustini (53), pedagang tempe, Selasa (26/4).

Dari pengamatan Timlo.net, TPS berlokasi di dekat kios dagang unggas itu telah menggunung dan meluas hingga ke jalan masuk pasar. Mereka yang melintas tampak menutup hidung lantaran menguarkan bau menyengat. Selain itu, gunungan sampah juga menimbulkan datangnya lalat.

Kondisi tersebut ternyata memengaruhi proses jual beli. Sejumlah pedagang di radius terdekat TPS sampah pasar terus mengalami penurunan omset harian. Tumiyem (43) pedagang ayam potong salah satunya.

“Enggak laku, Mas. Lha wong setiap kali lewat sini mereka (pembeli) tutup hidung,” ucap dia seraya memegang kipas untuk mengusir lalat.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan armada truk sampah terparkir di garasi UPTD Pengelolaan Sampah dan Limbah Klaten di Jalan Bypass Klaten. Pasalnya, Klaten tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara setelah TPA di Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan dihentikan warga.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge