0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemdes Canden Kembalikan Uang Sewa Lapangan

Pemdes Canden kembalikan uang sewa lapangan Rp 120 juta setelah diprotes warga (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemerintah Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali akhirnya mengembalikan uang sewa lapangan sebesar Rp 120 juta ke pihak penyewa. Pengembalian uang sewa lapangan ini setelah diprotes ratusan warga dari sembilan dusun di Desa Canden.

“Uang sewa sudah kita kembalikan, setelah aksi warga kemarin,” kata Kades Canden, Joko Mulyono, Selasa (26/4).

Selain pengembalikan uang sewa lapangan, pihaknya bersama penyewa juga sepakat akan mengembalikan kondisi lapangan seperti semula. Paling lama satu bulan, lapangan sudah dikembalikan seperti semula. Sedianya, lapangan Desa Canden akan digunakan untuk pengolahan material beton proyek jalan tol.

“Sudah ada lokasi baru, saat ini masih tahap tawar menawar, pihak pengelola sendiri yang mencari lahan pengganti,” tambahnya.

Di sisi lain, rekanan PT Istaka Karya, BUMN pelaksana proyek jalan tol, Handono, pihaknya tidak ada masalah terkait dengan persoalan sewa lapangan dengan Pemdes Canden. Persoalan yang terjadi antara Pemdes dengan warganya.

“Tidak ada masalah, perjanjian sewa sudah jelas,” imbuhnya.

Pihaknya hanya menyewa sebagian lapangan saja, luasanya 4.000 m2 dari luas total 12.000 m2. Sewa dilakukan selama tiga tahun dengan besaran sewa senilai Rp 120 juta dan sudah dibayarkan Kamis (21/4) lalu.

“Yang penting uang sewa dikembalikan,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Boyolali, Arief Wardianta, mengungkapkan, setiap alih fungsi lahan atau tanah kas desa harus melalui beberapa proses. Mulai dari izin informasi tata ruang (ITR) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Setelah memiliki ITR, pihak ketiga harus membuat proposal ke desa.

“Baru pihak desa dan BPD mengelar musyawarah dengan warganya, boleh tidak lapangan disewakan,seperti itu prosesnya,” ungkapnya.

Untuk kasus Desa Canden yang menyewakan lapangan desa untuk proyek jalan tol, diakui pihaknya belum pernah memprosesnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge