0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Gagal Panen, Petani Swadaya Perbaiki Talud

dok.timlo.net/nanin
Petani Desa Guwokajen,Sawit, secara swadaya memperbaiki talud yang ambrol (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tak kunjung diperbaiki, akhirnya petani di Desa Guwokajen, Sawit, Boyolali secara swadaya memperbaiki talud yang ambrol. Pasalnya, bila tak kunjung diperbaiki, 7 hektar tanaman padi terancam gagal panen karena air tak bisa melewati talud yang ambrol.

“Perbaikan sifatnya hanya sementara, biar air bisa mengalir lancar,” kata Kaur Pembangunan Desa Guwokajen, Kuncoro, Selasa (26/4).

Perbaikan talud yang ambrol menggunakan anyaman bambu sebagai penguat. Anyaman bambu kemudian dipasang berjajar di sepanjang talut yang ambrol dengan ditopang tiang bambu. Agar tidak bocor, anyaman bambu dilapisi terpal plastik.

“Yang penting airnya bisa mengalir dulu sambil menunggu perbaikan permanen,” tambahnya.

Dijelaskan, sebenarnya talut saluran air Bapatra di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU dan ESDM) Boyolali. Saat ambrol bulan Februari lalu, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada DPU dan ESDM. Petugas juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan menjanjikan akan segera diperbaiki.

Sementara menurut salah satu petani, Joko Wardoyo, ambrolnya talud diduga ulah sebagian petani. Dimana karena kesulitan membuang air ke lahan miliknya, mereka sengaja melubangi talud agar air bisa mengalir.

“Tapi dampaknya talud ambrol dan sebagian lahan tidak bisa teraliri air,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge