0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gas yang Keluar dari Sumur Bor Nogosari Tak Beracun

Warga tutup sumur bor yang mengeluarkan gas metana di Dusun Sambu, Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Gas yang keluar dari sumur bor di Dusun Sambu, Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Boyolali adalah metana. Gas metana ini bersifat mudah terbakar. Metana terbentuk dari pembusukan tanaman yang terkumpul di rawa-rawa dan tertutup abu vulkanik.

“Konsentrasi gas sangat rendah dan tidak beracun,” kata Kepala DPU dan ESDM Boyolali, M Qodri, Selasa (26/4).

Pasalnya, gas metana yang muncul dari sumur bor ini mudah menguap bila terkena sinar matahari. Berdasarkan sejarah geologi, wilayah lokasi sumur sudah berumur Pleistosen dengan usia 1,5 juta tahun. Sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah meminta agar sumur di tutup atau di pagar. Sehingga bila tekanan gas tinggi, tidak mudah terbakar.

“Jika gas keluar kontinyu dan tekanan cukup bisa dibuat instalasi untuk dimanfaatkan kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.

Di Boyolali sendiri, lanjut Qodri, gas rawa serupa pernah terjadi di Desa Kunti, Kecamatan Andong tahun 2006. Gas muncul saat warga melakukan pengeboran air tanah untuk irigasi. Gas tersebut muncul dengan kedalaman 30 meter dan memiliki tekanan sangat besar. Namun, setelah dua minggu keluar, gas habis dengan sendirinya. Hal serupa juga terjadi di Desa Babadan, Kecamatan Sambi bulan September 2015 lalu. Gas muncul pada pengeboran sumur dengan kedalaman 50 meter.

“Tapi setelah satu minggu, gas juga habis dengan sendirinya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge