0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalan Satu Arah, Pengunjung Kampoeng Batik Turun

Dishubkominfo Kota Solo mulai melakukan pemasangan marka di sepanjang Jalan Radjiman (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sejak penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Radjiman Solo, pertengahan April lalu, warga di kawasan Kampoeng Batik Laweyan mengeluh lantaran menurunnya tingkat kunjungan ke daerah mereka. Hal ini dipicu, bus ukuran besar pengantar rombongan tidak dapat melintas lantaran tak tersedianya jalur untuk bus wisata tersebut.

“Hampir sekitar 50 persen, tingkat kunjungan ke Batik Laweyan turun, setelah adanya penerapan SSA bulan kemarin,” terang salah seorang warga, Didik (56), dalam forum dengar pendapat warga yang difasilitasi Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPRD Kota Surakarta, Muhammad Al Amin, Minggu (24/4) malam.

Sesepuh RT 02/ RW 02, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan tersebut juga mengaku kurang adanya sosialisasi kepada warga secara langsung oleh pihak terkait, ditambah minimnya ruang untuk pengaduan bagi masyarakat yang terdampak.

“Kalau mau sosialisasi ya di sini (kawasan Laweyan). Bukan di CFD atau segelintir orang saja,” tandas Didik.

Muhammad Al Amin mengaku juga menampung keluhan yang sama dari warga yang berada di kawasan terdampak penerapan SSA. Selain menurunnya pendapatan ekonomi masyarakat, penerapan SSA juga dapat memicu konflik antar masyarakat. Pasalnya, di sepanjang Jalan Radjiman warga di sisi selatan jalan tidak mengijinkan kendaraan parkir di depan rumah mereka. Sedangkan, di sisi utara jalan, banyak pedagang yang membuka usaha.

“Di sisi utara gak boleh parkir, di sisi selatan gak boleh pemilik rumah. Terus mau parkir di mana,” kata pria yang juga anggota Komisi IV DPRD Solo tersebut.

Menanggapi  hal tersebut, Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman mengaku saat ini penerapan SSA tengah memasuki tahap evaluasi program. Dalam catatannya, satu bulan diberlakukannya SSA terdapat 21 poin persoalan yang terjadi di lapangan. Jumlah tersebut meliputi berbagai komponen, salah satunya masalah kecelakaan. Persoalan lain yang muncul adalah diberlakukannya jalur contra flow yang hingga kini juga masih menjadi pekerjaan rumah.

“Kami menyelesaikan ini secara bertahap, nanti kalau semua sudah fix pasti masyarakat kembali akan nyaman,” katanya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge