0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelompok Warga Diberdayakan Cegah Kebakaran Hutan

timlo.net/nanang rahadian
Pipa-pipa air minum juga ikut terbakar (ilustrasi) (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Menjelang datangnya musim kemarau, Perhutani telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Salah satunya dengan membentuk Kelompok Masyarakat Mitra Polhut bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jateng pada Februari lalu.

“Mitra-mitra tersebut dibentuk agar masyarakat juga ikut memilki hutan. Dengan begitu juga akan menjaga dan merawat hutan,” kata Wakil Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta Johni Andarhadi, Sabtu (23/4).

Sedangkan mitra-mitra tersebut diantaranya, di hutan wilayah Lawu Utara, terdapat dua kelompok mitra, yakni satu kelompok di Karanganyar dan satu kelompok di Wonogiri.

Perhutani juga membentuk Satuan Pemadam Kebakaran (Satdamkar) di setiap Resor Pemangkuan Hutan (RPH) di wilayah Lawu Utara.

“Mereka akan bekerja mengantisipasi kebakaran, dibentuk berbagai pihak, seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan instansi-instansi terkait,” jelasnya.

Dengan pencegahan intensif, diharapkan tidak terjadi kebakaran hutan di wilayah Lawu Utara, yang luasnya mencapai 5 ribuan hektar.

“Kami berharap, kebakaran hutan besar seperti yang terjadi tahun 2015 lalu tidak terulang. Ini juga tergantung alam. Kalau musim kemaraunya tidak terlalu panjang, kebakaran tidak banyak terjadi. Tahun 2015 lalu, kemaraunya kan panjang. Beda dengan 2013 dan 2014 yang kemaraunya relatif sedikit, sehingga tidak banyak hutan yang terbakar,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge